Upaya Preventif DBD di Desa Pasuluhan: Evaluasi Pengetahuan Masyarakat Pasca Edukasi Kesehatan
DOI:
https://doi.org/10.51143/jsim.v7i2.851Keywords:
Edukasi Kesehatan, Pencegahan DBD, Pemberdayaan MasyarakatAbstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui vektor nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai bahaya DBD serta upaya pencegahannya melalui edukasi kesehatan. Kegiatan dilakukan di Desa Pasuluhan dengan melibatkan 20 orang warga sebagai peserta. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan penyuluhan kesehatan mengenai penularan, gejala, dan pencegahan DBD dengan pendekatan 3M Plus. Evaluasi dilakukan melalui post-test untuk mengukur tingkat pemahaman peserta setelah kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa 85% peserta mampu menjawab dengan benar minimal 75% pertanyaan yang diberikan. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan DBD
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Riki Ukhtul Fitri, Ade Komariah, Marista Fiana, Desty Endrawati Subroto, Nisrina Zahra, Uli Wildan Nuryanto, Defi Selvianita, Nene Novi Silvia Sa’adah, Naty Masnawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM) agree to the following terms:
1) Authors retain copyright and grant Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM) right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License CC BY that allows others to remix, adapt, and build upon the work with an acknowledgment of the work’s authorship and initial publication in this journal.
2) Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., submit it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
3)Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as this can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (see the discussion about The Effect of Open Access).






