GAMBARAN PELAKSANAAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT PADA KLIEN HALUSINASI

  • Angkestareni Angkestareni
  • Warjiman Warjiman
  • Murjani Murjani
Keywords: Komunikasi Terapeutik, Halusinasi,, Perawat

Abstract

Komunikasi merupakan sarana dalam membina hubungan antara perawat dan klien dalam melaksanakan perannya salah satunya adalah dalam menerapkan komunikasi terapeutik dalam pemberian tindakan keperawatan. Komunikasi terapeutik dari empat tahap proses pelaksanaan, diantaranya yakni fase prainteraksi, fase orientasi, fase kerja, dan fase terminasi.Tujuan penelitian ini mengetahui implementasi komunikasi terapeutik perawat pada klien halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Banjarmasin Tahun 2016. Jenis penelitian ini deskriftif kuantitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner untuk mendapatkan data dilakukan pada perawat. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi. Jumlah populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah 65 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Hasil penelitian menunjukan hasil bahwa pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat dalam fase prainteraksi dengan hasil 58 orang 89,2% melakukan dengan ketegori sangat baik, pada fase orientasi dengan hasil 55 orang 84,6% dikategorikan sangat baik, pada fase kerja dengan hasil 64 orang 98,5% dikategorikan sangat baik, dan pada fase yang terakhir yaitu terminasi dengan hasil 62 orang 95,4% dikategorikan sangat baik. Diharapkan bagi perawat agar lebih meningkatkan berkomunikasi dengan klien lebih sering sehingga dapat memberikan dampak terapeutik yang dapat mempercepat kesembuhan klien.

Published
2016-06-24
How to Cite
Angkestareni, A., Warjiman, W., & Murjani, M. (2016). GAMBARAN PELAKSANAAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT PADA KLIEN HALUSINASI. JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI), 1(2), 1-10. Retrieved from http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/28