Studi Kasus : Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Down Syndrome

Authors

  • Syabilla Putri Larasati Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta
  • Mona Oktarina Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta
  • Rena Mailani Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta
  • Sri Yani Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.51143/jphe.v2i1.1171

Keywords:

Fisioterapi, Down Syndrome, Sensori Integrasi, Gross Motor Functional Measurement (GMFM), Neurodevelopmental Treatment

Abstract

Abstract: Latar belakang: Down Syndrome merupakan kelainan genetik yang disebabkan oleh adanya kromosom 21 tambahan (trisomi 21) akibat kegagalan pemisahan kromosom saat pembentukan sel telur atau sperma. Kondisi ini menyebabkan total kromosom dalam sel menjadi 47, bukan 46. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi pada anak dengan Down Syndrome di YPAC Jakarta. Metode: Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan kualitatif, untuk menggambarkan secara sistematis intervensi yang dilakukan, yaitu Neuro Development Treatment (NDT) dan terapi sensori integrasi. Satu orang pasien anak terlibat dalam studi ini. Parameter yang digunakan meliputi pemeriksaan sensorik, lingkup gerak sendi, dan Gross Motor Function Measure (GMFM). Hasil: Adanya peningkatan kemampuan motorik, terutama pada posisi duduk di mana pasien mampu mempertahankan posisi duduk mandiri selama 2–3 detik. Selain itu, pada aspek sensori proprioseptif dan vestibular juga terlihat peningkatan dalam ontrol postur dan respon keseimbangan. Kesimpulan: Intervensi fisioterapi yang dilakukan secara bertahap dan konsisten, dengan dukungan aktif dari orang tua melalui program latihan di rumah, berkontribusi positif terhadap perkembangan motorik anak dengan Down Syndrome.

Downloads

Published

2026-06-20