Studi Kasus : Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Global Developmental Delay

Authors

  • Siti Wulandari Sri Oktaviani Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta
  • Mona Oktarina Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta
  • Rena Mailani Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta
  • Sri Yani Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.51143/jphe.v2i1.1170

Keywords:

Global Developmental Delay, Neurodevelopmental Treatment, GMFM, Denver II, Sensory Profile, Refleks Primitif.

Abstract

Abstract: Latar Belakang: Global Developmental Delay (GDD) merupakan keterlambatan perkembangan pada dua atau lebih domain perkembangan anak, seperti motorik, bahasa, kognitif, dan sosial-emosional. Intervensi fisioterapi berperan penting dalam merangsang sistem neuromotorik dan meningkatkan keterampilan fungsional anak dengan GDD. Salah satu pendekatan yang umum digunakan adalah Neurodevelopmental Treatment (NDT). Tujuan: Untuk mengetahui pemeriksaan, problematik dan intervensi untuk anak dengan Global Developmental Delay. Metode: Gross Motor Function Measure (GMFM), Denver Developmental Screening Test (DDST), Sensory Profile, dan pemeriksaan refleks primitif. Intervensi fisioterapi dilakukan menggunakan pendekatan NDT sebanyak 3 kali pertemuan dari November 2024, dengan durasi terapi 30 menit per sesi. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan belum terdapat perubahan signifikan pada kemampuan fungsional pasien. Skor GMFM mengalami peningkatan dari 38% menjadi 39% setelah tiga kali pertemuan. Pemeriksaan DDST menunjukkan keterlambatan perkembangan pada aspek motorik kasar dan halus. Pemeriksaan refleks primitif menunjukkan masih aktifnya beberapa refleks yang seharusnya telah menghilang sesuai usia perkembangan. Ditemukan pula gangguan pada pemrosesan sensorik berdasarkan Sensory Profile. Kesimpulan: Pendekatan NDT memberikan dampak positif meskipun belum signifikan terhadap perkembangan motorik anak dengan GDD. Terapi yang dilakukan secara konsisten dan dalam durasi yang lebih panjang serta dukungan lingkungan yang memadai dapat meningkatkan efektivitas intervensi.

Downloads

Published

2026-06-20