Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Cerebral Palsy Spastic Quadriplegi
DOI:
https://doi.org/10.51143/jphe.v2i1.1169Keywords:
Cerebral Palsy; Spastic Quadriplegi; Spastisitas; PemeriksaanAbstract
Abstrak: Latar Belakang: Cerebral Palsy merupakan kondisi yang ditandai oleh kerusakan otak yang bersifat kronis, non-progresif, dan terjadi pada jaringan otak ketika tahap pertumbuhan. Cerebral palsy spastic quadriplegi adalah jenis cerebral palsy yang ditandai dengan peningkatan tonus otot pada keempat anggota tubuh yang dapat menyebabkan gangguan pada fungsi motorik dan menghambat pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Tujuan: Untuk dapat mengetahui pemeriksaan, problematik, dan intervensi pada anak cerebral palsy spastic quadriplegi. Metode: Menggunakan studi kasus dengan menggunakan satu sample yang didalamnya berisikan pemeriksaan menggunakan Modified Ashworth Scale, Gross Motor Function Measure, dan Gross Motor Function Classification System. Hasil: setelah melakukan evaluasi sebanyak 3 kali pertemuan, tidak adanya perubahan yang signifikan pada postur, spastisitas, sensoris, refleks, motorik kasar dan kemampuan mobilisasi dan transfer pada anak namun anak merasa lebih nyaman. Kesimpulan: Masalah yang teridentifikasi dari hasil pemeriksaan digunakan sebagai dasar dalam pemberian intervensi yang bertujuan mengevaluasi kondisi yang dialami anak.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Keisa Kamila, Mona Oktarina, Rena Mailani, Sri Yani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with JOURNAL OF PHYSIOTHERAPY AND HEALTH EDUCATION (JPHE) agree to the following terms:
1) Authors retain copyright and grant JOURNAL OF PHYSIOTHERAPY AND HEALTH EDUCATION (JPHE) right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License CC BY that allows others to remix, adapt, and build upon the work with an acknowledgment of the work’s authorship and initial publication in this journal.
2) Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., submit it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
3)Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as this can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (see the discussion about The Effect of Open Access).


