Jurnal Keperawatan Suaka Insan http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi <p>Jurnal STIKES Suaka Insan adalah wadah untuk mengembangkan pengetahuan melalui penelitian maupun artikel olmiah yang diterbitkan secara berkala oleh Sekretariat Jurnal Keperawatan Suaka Insan Banjarmasin</p> en-US meisiunja10@gmail.com (Ermeisi Er Unja) refkikhairahabibi@gmail.com (Refki Khaira Habibi, S.Kom) Thu, 01 Mar 2018 13:14:41 +0700 OJS 3.1.0.0 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG UGD RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ULIN BANJARMASIN http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/49 <p><strong>Latar belakang</strong>: Perawat UGD dituntut untuk mampu bekerjasama dengan tim kesehatan lain serta dapat berkomunikasi dengan pasien dan keluarga pasien yang berkaitan dengan kondisi kegawatdaruratan. Tuntutan-tuntutan dalam lingkungan kegawatdaruratan membuat perawat UGD beresiko terhadap terjadinya stres. Stres yang dialami perawat akibat lingkungan yang dihadapinya akan mempengaruhi kinerja dan kepuasan kerjanya. Stres yang dihadapi perawat akan sangat mempengaruhi kualitas pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasien sehingga tingkat kepuasan pasien tidak dapat tercapai.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Tujuan Penelitian</strong>: Untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dengan kinerja perawat di ruang Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin Tahun 2017.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Metode</strong>: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan korelasional, desain penelitian analitik, pendekatan<em> cross sectional </em>dan populasi penelitian adalah perawat pelaksana di Unit Gawat Darurat dengan pengambilan sampel data menggunakan teknik <em>purposive sampling</em> jumlah sampel sebanyak 31 perawat. Alat ukur penelitian menggunakan kuesioner dengan menggunakan analisa data univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisa data bivariat menggunakan <em>spearman rho</em>.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Hasil</strong>: Stres kerja pada perawat pelaksana mayoritas kategori stress ringan yaitu 20 responden (64,51%) dan kinerja perawat mayoritas kategori baik yaitu 20 responden (64,51%) dan melalui uji <em>spearman rho </em>didapatkan signifikan 0,001. Terdapat hubungan yang signifikan antara Stres kerja dengan kinerja perawat Di Ruang Unit Gawat Darurat RSUD Ulin Banjarmasin. Diharapkan untuk meningkatkan kinerja, harus ada dukungan dari managemen Rumah Sakit dengan mengelola manajemen stres kerja dengan baik sehingga dapat meningkatkan kinerja perawat.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><strong>Stres kerja</strong><strong>; </strong><strong>Kinerja perawat</strong></p> <p><strong>Referensi: 19 (2002-2016)</strong></p> Trifianingsih D, Santos, B.R, Brikitabela Brikitabela ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/49 Fri, 02 Jun 2017 00:00:00 +0700 PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP TINGKAT STRESS DALAM MENJALANI OSCE MAHASISWA SEMESTER VI ANGKATAN VIII DI STIKES SUAKA INSAN BANJARMASIN http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/50 <p><strong>Latar Belakang: </strong>Stres diketahui bahwa sering dialami oleh mahasiswa keperawatan salah satunya pada saat ujian <em>Objective Structured Clinical Examination</em> (OSCE). Stres adalah respon seseorang terhadap kejadian yang mengancam atau menantang. Mahasiswa/I yang mengalami keadaan ini bisa mengalami stres dnegan rentang ringan, sedang, dan berat. Aromaterapi lavender merupakan salah satu terapi dengan menggunakan minyak esensial bunga lavender yang mampu menghasilkan efek memberi rasa nyaman, menjadikan emosi dan perasaan lebih stabil, pikiran dan perasaan lebih tenang sehingga menjadikan penghirup dapat menghadapi situasi stres dengan tenang.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> Mengetahui adakah pengaruh aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat stres pada mahasiswa semester VI angkatan VIII di STIKES Suaka Insan Banjarmasin.</p> <p><strong>Metode: </strong>Desain penelitian <em>pra-eksperimental </em>dengan pendekatan <em>one group pretest and posttest design</em>, dengan teknik <em>purposive sampling</em>, dan jumlah sampel 14 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan alat ceklist skala DASS 42 yang terlebih dulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisa menggunakan Uji <em>Wilcoxon</em>.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Berdasarkan Uji <em>Wilcoxon </em>didapatkan ρ = 0,00 &lt; 0,01, artinya ada pengaruh teknik aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat stres mahasiswa semester VI angkatan VIII di STIKES Suaka Insan Banjarmasin pada saat berlangsungnya OSCE.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Ada pengaruh yang signifikan teknik aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat stres pada saat berlangsungnya OSCE pada mahasiswa semester VI angkatan VIII di STIKES Suaka Insan Banjarmasin.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci</strong><strong>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </strong><strong>: Mahasiswa, OSCE, Stres, dan Aromaterapi Lavende</strong><strong>r.</strong></p> <p><strong>Rujukan&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : 24 (2009 – 2017)</strong></p> Tricintia Y, Ivana T, Agustina ,D.M ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/50 Fri, 02 Jun 2017 00:00:00 +0700 PENGALAMAN HIDUP PASIEN TUBERKULOSIS YANG MENJALANI PENGOBATAN OAT (Obat Anti Tuberkulosis) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKAUMAN BANJARMASIN http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/51 <p><strong>Latar Belakang </strong>: Dalam hidup pasien tuberkulosis akan mengalami banyak perubahan-perubahan dari diri mereka sendiri. Perubahan ini karena penyakit tuberkulosis, sifat menularnya tuberkulosis, dan efek samping pengobatan OAT (Obat Anti Tuberkulosis) yang dapat merugikan pasien serta stigmatisasi pada penderita tuberkulosis. Hal ini dapat mempengaruhi hidup pasien tuberkulosis yang menjalani pengobatan OAT (Obat Anti Tuberkulosis) secara holistik dan mempengaruhi kualitas hidup.</p> <p><strong>Tujuan Penelitian</strong> : Untuk mengeksplorasi kualitas hidup pasien tuberkulosis yang menjalani pengobatan OAT (Obat Anti Tuberkulosis) dengan menggambarkan kondisi fisik, kondisi psikologis, hubungan sosial dan lingkungan.</p> <p><strong>Metode</strong> : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Partisipan sebanyak 5 pasien tuberkulosis yang sedang menjalani terapi OAT (Obat Anti Tuberkulosis) di Puskesmas Pekauman Banjarmasin yang beralamat tempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Pengambilan partisipan dengan menggunakan teknik <em>snowball sampling. </em>Analisis data secara kualitatif dengan <em>interaktif Miles dan Huberman.</em></p> <p><strong>Hasil</strong> : Pasien tuberkulosis mengalami kelelahan selama menderita tuberkulosis. Selama pengobatan OAT (Obat Anti Tuberkulosis) memiliki perubahan yang membaik. Keinginan yang besar untuk memperoleh kesembuhan membuat pasien selalu semangat dan displin dalam pengobatan serta dukungan dari orang-orang sekitar termasuk keluarga serta mendekatkan diri dengan Tuhan sesuai keagamaannya. Kelelahan membuat pasien tuberkulosis mengalami penurunan kapasitas kerja bahkan kehilangan pekerjaan yang menyebabkan penurunan kondisi keuangan pada pasien dan keluarga.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong> : Kualitas hidup pasien tuberkulosis yang menjalani pengobatan OAT (Obat Anti Tuberkulosis) adalah berbeda-beda satu dengan yang lain. Hal ini bergantung pada kondisi fisik yang dialami, tekanan emosional dan koping individu serta keluarga, dukungan sosial yang diperoleh dari keluarga dan orang-orang sekitar, serta kondisi lingkungan yang mendukung pasien tuberkulosis dalam menjalani hidup.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Kata Kunci : Kualitas hidup, pasien tuberkulosis, pengobatan OAT (Obat Anti Tuberkulosis)</strong></p> <p><strong>Rujukan : 15 Buah (2002 – 2016)</strong></p> Chrisnawati Chrisnawati, Virginius Mario Beda, Anastasia Maratning ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/51 Wed, 07 Jun 2017 00:00:00 +0700 GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DI SMP ANGGREK BANJARMASIN http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/52 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Kanker adalah salah satu jenis penyebab kematian pada kaum perempuan. Kanker payudara adalah pembunuh nomor dua bagi perempuan, langkah penting yang harus dilakukan oleh perempuan terutama remaja untuk menurunkan angka kejadian kanker payudara pada stadium akhir adalah dengan cara mengetahui tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dimana dapat mendeteksi kanker payudara secara dini. Dari hasil studi pendahuluan didapatkan hasil dari 15 remaja putri di SMP Anggrek terdapat 10 remaja putri tidak mengetahui tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).</p> <p><strong>Tujuan Penelitian:</strong> Untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) di SMP Anggrek Banjarmasin.</p> <p><strong>Metode:</strong> Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan rancangan penelitian deskriptif. Teknik sampling Jenuh/total sampling, sampel penelitian 70 orang siswi remaja putri. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini variabel tunggal. Instrument dalam penelitian ini menggunakan kuesioner.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan remaja putri tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dengan kategori kurang yaitu sebanyak 42 responden (60%) dari 70 responden, terdapat pengetahuan remaja putri tentang definisi SADARI dalam kategori cukup yaitu sebanyak 31 responden (44,28%), pengetahuan remaja putri tentang waktu dilakukan sadari dalam kategori kurang yaitu sebanyak 41 responden (58,57%), pengetahuan remaja putri tentang cara melakukan SADARI dalam kategori kurang yaitu sebanyak 43 responden (61,42%).</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Secara umum pengetahuan remaja putri tentang SADARI termasuk dalam kategori kurang yaitu sebanyak 42 responden (60%). Untuk itu remaja putri yang berada di SMP Anggrek Banjarmasin diharapkan untuk lebih meningkatkan pengetahuan tentang SADARI.</p> Etri Lolita Andika Putri, Imelda Ingir Ladjar, Dini Rahmayani ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/52 Wed, 07 Jun 2017 00:00:00 +0700 HUBUNGAN ANTARA SIKAP KELUARGA DENGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PENDERITA SKIZOFRENIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKAUMAN BANJARMASIN http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/53 <p><strong>Latar Belakang</strong>: <em>Skizofrenia</em> merupakan penyakit jiwa yang paling sering ditemukan di fasilitas-fasilitas kesehatan dan keperawatan jiwa di Indonesia. Penyakit ini menimbulkan masalah tersendiri bagi keluarga mengingat masih kentalnya persepsi negative masyarakat terhadap penyakit ini. Dukungan dari keluarga sangat diharapkan dapat membantu klien untuk dapat cepat beradaptasi dengan lingkungan sehat dan meningkatkan kemungkinan sembuh dan produktif kembali.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Mengetahui hubungan antara sikap keluarga dengan dukungan keluarga terhadap penderita Skizofrenia di wilayah kerja puskesmas Pekauman Banjarmasin.</p> <p><strong>Metode</strong>: Jenis penelitian kuantitatif dengan metode<em> cross sectional. </em>Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode <em>purposive</em> sampling dengan jumlah sampel 48 responden. Instrument penelitian berupa kuesioner. Analisa data menggunakan analisis deskriptif dan untuk mencari hubungan digunakan analisis uji <em>chi square.</em></p> <p><strong>Hasil: </strong>Perhitungan distribusi sikap keluarga dengan dukungan keluarga klien skizofrenia menunjukkan 39,13% (sikap keluarga kurang), klien skizofrenia yang dukungan keluarganya 55,1%. Hasil uji&nbsp; korelasi <em>chi square </em>pada sikap keluarga&nbsp; dengan dukungan keluarga terhadap penderita skizofrenia menunjukan <em>p value </em>0,021 dengan tingkat signifikan 0,05. Karena <em>p value </em>lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak&nbsp; dan Ha diterima.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Ada hubungan yang signifikan antara sikap keluarga dengan dukungan keluarga terhadap penderita skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Kata Kunci&nbsp;&nbsp;&nbsp; : </strong><strong>Sikap keluarga, Dukungan keluarga</strong><strong>, Pe</strong><strong>nderita </strong><strong>S</strong><strong>kizofrenia</strong></p> <p><strong>Rujukan&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : 20 ( 2004 – 2016)</strong></p> Neno Hariadi, Dwi Martha Agustina, Murjani Murjani ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/53 Wed, 07 Jun 2017 00:00:00 +0700 GAMBARAN STATUS EKONOMI KELUARGA YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI KURANG PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KELAYAN TIMUR BANJARMASIN http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/54 <p><strong>Latar Belakang : </strong>Balita merupakan kelompok yang rentan terjadinya masalah gizi, dimana angka kejadian gizi kurang di Banjarmasin khususnya di wilayah Kelayan Timur Banjarmasin masih cukup tinggi yaitu sebanyak 10,47%. Status gizi pada balita dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah status ekonomi keluarga, dimana kemiskinan masih menduduki tingkat pertama sebagai penyebab gizi kurang. Sehingga keluarga memiliki peran dalam memenuhi nutrisi pada balita maka penting sekali keluarga mengetahui konsumsi pangan yang bergizi untuk meningkatkan status gizi balita.</p> <p><strong>Tujuan :</strong> Mengidentifikasi gambaran status ekonomi keluarga yang dapat mempengaruhi status gizi kurang pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin.</p> <p><strong>Metode : </strong>Jenis penelitian kuantitatif dengan metode penelitian <em>survey deskriptif</em>. Sampel yaitu keluarga yang memiliki balita gizi kurang sebanyak 30 keluarga dengan tehnik <em>accidental sampling. </em>Dilakukan menggunakan lembar observasi BPS, dan timbangan<em>. </em>Analisa data menggunakan distribusi frekuensi.</p> <p><strong>Hasil :</strong> Status ekonomi keluarga di wilayah kerja Puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin masuk ke dalam kategori tidak miskin yaitu sebanyak 25 keluarga (83,3%).&nbsp; Sedangkan status ekonomi keluarga yang berkategori miskin yaitu sebanyak 5 keluarga (16,7%). Adapun status ekonomi keluarga yang mempengaruhi status gizi kurang yaitu kategori miskin sebanyak 5 keluarga dengan keluarga yang diatas garis kemiskinan atau masih rentan miskin yaitu sebanyak 8 keluarga.</p> <p><strong>Kesimpulan : </strong>Status ekonomi keluarga yang memiliki balita gizi kurang yaitu sebagian besar terjadi pada keluarga dengan kategori tidak miskin. Diharapkan dapat mengembangkan penelitian yang lebih luas lagi mengenai status gizi balita.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>&nbsp;</p> Sapariah Anggraini, Yohana Gabrilinda Adang, Dyta Syntia ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/54 Mon, 19 Jun 2017 00:00:00 +0700 Pengaruh Brain Gym Terhadap Fungsi Kognitif Pasien Pasca Stroke Iskemik Di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr.Hasan Sadikin Bandung http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/56 <p><strong>Latar Belakang :</strong> Jumlah penderita stroke iskemik di dunia dan Indonesia menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Salah satu dampak yang muncul pasca stroke adalah gangguan motorik, sensorik, dan kognitif. Gangguan kognitif dapat mengganggu aktivitas harian dan menurunkan kualitas hidup, sehingga diperlukan latihan <em>brain</em> <em>gym </em>sebagai stimulus untuk memperbaiki gangguan tersebut.</p> <p><strong>Tujuan :</strong> Untuk mengetahui pengaruh latihan <em>brain gym </em>terhadap fungsi kognitif pada pasien pasca stroke iskemik yang mengalami gangguan kognitif.</p> <p><strong>Metode :</strong> Penelitian ini menggunakan <em>quasi experiment </em>dengan desain <em>time series </em>ini melibatkan 42 responden yang direkrut dari pasien RSUP Dr.Hasan sadikin Bandung menggunakan <em>consecutive sampling. </em>Responden terbagi menjadi dua kelompok menggunakan <em>random allocation </em>(masing-masing 21 orang). Kelompok kontrol mendapatkan farmakoterapi dan fisioterapi, sedangkan kelompok intervensi mendapatkan tambahan latihan <em>brain gym </em>3 kali seminggu selama 4 minggu. Evaluasi fungsi kognitif dilakukan pada awal minggu pertama dan setiap akhir minggu menggunakan <em>Montreal Cognitive Assesment </em>(MoCA). Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan inferensial (<em>p value &lt; </em>0,05).</p> <p><strong>Hasil :</strong> Kelompok intervensi menunjukkan perbaikan yang lebih signifikan dan konstan selama penelitian di domain eksekutif, orientasi, <em>delayed recall, </em>atensi, penamaan, abstraksi, dan bahasa. Hal ini dibuktikan dengan uji <em>repeated ANOVA</em> dan <em>Post-Hoc </em>yang menunjukkan nilai kurang dari 0,05. Uji homogenitas karakteristik responden dan uji beda <em>pretest </em>menunjukkan hasil tidak berbeda secara signifikan (<em>p&gt;</em>0,05).</p> <p><strong>Kesimpulan :</strong> Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh latihan <em>brain gym </em>dalam memperbaiki domain eksekutif, orientasi, <em>delayed recall, </em>atensi, penamaan, abstraksi, dan bahasa pasien pasca stroke iskemik di RSUP Dr.Hasan Sadikin Bandung. Dengan demikian menjadi penting bagi pihak rumah sakit mempertimbangkan latihan <em>brain gym </em>sebagai bagian terapi dalam mengelola kerusakan fungsi kognitif pasien pasca stroke sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup pasien.</p> Kristian Labertus, Ati Surya Mediawati, Titis Kurniawan ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/56 Mon, 19 Jun 2017 00:00:00 +0700 GAMBARAN KETIDAKBERHASILAN IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKAPURAN RAYA http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/57 <p><strong>Latar Belakang: </strong>Air Susu Ibu (ASI) adalah susu yang diproduksi oleh manusia untuk konsumsi bayi dan merupakan sumber gizi utama bayi yang belum dapat mencerna makanan padat. Jika seseorang bayi tidak diberikan ASI dan diganti dengan cairan/makanan lain selain ASI, maka bayi tidak akan mendapatkan kekebalan, serta akan kekurangan gizi. Dengan tidak adanya zat antibody, maka bayi akan mudah terkena berbagai penyakit dan meningkatkan angka kematian bayi.</p> <p><strong>Tujuan Penelitian: </strong>Mengetahui gambaran ketidakberhasilan pemberian ASI ekslusif oleh ibu di wilayah kerja Puskesmas Pekapuran Raya tahun 2017.</p> <p><strong>Metode: </strong>Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif. Populasinya adalah ibu-ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan dengan jumlah sampel 30 responden dan teknik sampling <em>accidental sampling. </em>Tempat penelitian di wilayah kerja Puskesmas Pekapuran Raya. Waktu penelitian 7 April- 21 April 2017. Alat ukur berupa kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariat dengan distribusi frekuensi.</p> <p><strong>Hasil Penelitian: </strong>Berdasarkan hasil penelitian diperoleh gambaran ketidakberhasilan pemberian ASI ekslusifadalah sebagai berikut: pengetahuan dominan dalam kategori cukup (50%), persiapan fisik dominan dalam kategori kurang (50%), dukungan suami dominan dalam kategori mendukung (56,7%), dan dukungan petugas kesehatan dalam kategori mendukung (73,3%).</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Hasil penelitian disimpulkan bahwa pengetahuan cukup, persiapan fisik kurang, dukungan suami mendukung, dan dukungan petugas kesehatan mendukung.</p> Margaretha Martini, Dini Rahmayani, Maria Viani ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/57 Mon, 19 Jun 2017 00:00:00 +0700 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI PUSKESMAS ALALAK SELATAN BANJARMASIN http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/58 <p><strong>Latar belakang</strong> : Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dikenal sebagai salah satu penyebab kematian utama pada bayi dan balita di negara berkembang. Pada balita, kemungkinan untuk menderita atau terkena penyakit ISPA lebih besar bila dibandingkan dengan anak yang usianya lebih tua karena daya tahan tubuhnya lebih rendah. Lingkungan yang udaranya tidak baik, seperti polusi udara di kota-kota besar dan asap rokok dapat menyebabkan timbulnya penyakit ISPA pada balita.</p> <p><strong>Tujuan Penelitian</strong> : Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Alalak Selatan Banjarmasin.</p> <p><strong>Metode Penelitian</strong> : Jenis penelitian Kuantitatif dengan rancangan <em>deskriptif korelasional</em> dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Sampel yang digunakan dalam penelitian 58 responden. Teknik sampling <em>Accidental sampling</em>. Instrumen digunakan kuesioner dan observasi. Analisa data yang digunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan <em>Spearman Rank.</em></p> <p><strong>Hasil</strong> : Menunjukkan bahwa status gizi&nbsp; balita berdasarkan BB/U paling banyak berada pada kategori gizi baik yaitu 38 orang balita (65,6%), gizi kurang 16 orang balita (27,6%) dan status gizi buruk sebanyak 4 orang balita (6,9%). Imunisasi lengkap 38 (65,5%), imunisasi tidak lengkap 16 (65,6%) dan 4 (6,9%) tidak pernah imunisasi sama sekali, untuk keadaan lingkungan tertinggi lingkungan tidak baik 50 orang (86,2%) dan lingkungan baik 8 orang (13,8%). Terdapat hubungan antara Status gizi dengan Imunisasi dengan nilai <em>p value </em>= 0,000 sehingga <em>p value ≤ α </em>(0,05) dengan <em>coefficient correlation</em> 1,000 yang artinya terdapat hubungan antara Status Gizi dengan Imunisasi pada balita.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong> : Faktor yang mempengaruhi kejadian ISPA di Puskesmas Alalak Selatan Banjarmasin adalah Status gizi dengan Imunisasi.</p> Warjiman Warjiman, Safariah Anggraini, Kriantani Amelia Sintha ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/58 Mon, 19 Jun 2017 00:00:00 +0700 PENGALAMAN KEPALA RUANGAN DALAM MENJALANKAN FUNGSI PENGARAHAN DIRUMAH SAKIT BANJARMASIN http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/59 <p>Kepala ruang merupakan manajer tingkat bawah/lini yang memegang peranan cukup penting dalam menentukan keberhasilan pelayanan keperawatan melalui fungsi manajemen pelayanan. Fungsi pengarahan merupakan merupakan fungsi yang paling fundamental dalam manajemen keperawatan&nbsp; karena berdampak dalam meningkatkan atau menurunkan kepuasan kerja perawat pelaksana yang pada akhirnya akan sangat berpengaruh pada mutu pelayanan di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk mengekplorasi berbagai pengalaman kepala ruangan dalam menjalani fungsi pengarahan di Rumah Sakit .Pengumpulan data yang dilakukan terhadap 7 orang partisipan dengan wawancara mendalam di tiga rumah sakit berbeda di Banjarmasin. Wawancara direkam kemudian dibuat dalam bentuk transkrip verbatim. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan fungsi pengarahan yang dilakukan oleh kepala ruangan terdiri atas pendelegasian dalam fungsi pengarahan yang dilakukan secara berjenjang dengan memperhatikan aspek legal; pemberian motivasi dengan menyeimbangkan pemberian <em>reward</em> dan <em>punishment</em> &nbsp;serta tidak melupakan motivasi relligi; supervisi dengan mempertimbangkan mekanisme, tujuan, sasaran dan model supervisi; Mengatasi konflik dengan belajar dari pengalaman sebelumnya; melaksanakan komunikasi dan koordinasi dalam melakukan pengarahan. Hasil studi ini diharapkan perawat manager dapat berkolaborasi baik dengan institusi pendidikan maupun rumah sakit dalam hal pendidikan kepala ruangan baik secara formal dan informal</p> Lucia Andi Chrismilasari, Yati Afiyanti, Yustan Azidin ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/59 Mon, 19 Jun 2017 00:00:00 +0700