Jurnal Keperawatan Suaka Insan http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi <p>Jurnal STIKES Suaka Insan adalah wadah untuk mengembangkan pengetahuan melalui penelitian maupun artikel olmiah yang diterbitkan secara berkala oleh Sekretariat Jurnal Keperawatan Suaka Insan Banjarmasin</p> en-US meisiunja10@gmail.com (Ermeisi Er Unja) refkikhairahabibi@gmail.com (Refki Khaira Habibi, S.Kom) Thu, 09 Jun 2016 00:00:00 +0700 OJS 3.1.0.0 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN GANGGUAN KARDIOVASKULAR http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/11 <p>Masalah yang sering muncul pada pasien gangguan kardiovaskuler adalah kecemasan. Kecemasan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal.Sedangkan komunikasi terapeutik dianggap sebagai salah satu yang dapat menurunkan kecemasan pasien. Komunikasi terapeutik merupakan metode komunikasi yang dilakukan perawat untuk membantu penyembuhan pasien, melalui teknik komunikasi yang terencana sehingga terbentuknya rasa saling percaya antara perawat dan pasien. Komunikasi terapeutik bertujuan agar kecemasan dapat terkendali, dan pasien dapat mengembangkan konsep diri dengan baik, sehingga pasien kooperatif terhadap tindakan perawatan. Mengetahui hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kecemasan pasien gangguan kardiovaskular yang dirawat diruangan Alamanda Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin Tahun 2015. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi penelitian ini adalah pasien yang dirawat diruangan Alamanda Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin, Menggunakan teknik <em>purposive </em>sampling dan menggunakan uji korelasi Spearman <em>Rank.</em> Hasil menunjukan komunikasi terapeutik perawat di ruangan Alamanda sebesar 52,6% baik. Kecemasan Pasien diruangan Alamanda sebesar 63,2 cemas sedang, Hasil statistik menunjukan hasil adanya korelasi lemah (rs=0,330) dengan nilai probabilitas p= 0,043, yang berarti terdapat hubungan &nbsp;antara komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan pada pasien kardiovaskular dengan korelasi lemah. Sehingga disarankan kepada Perawat untuk mempertahankan komunikasi terapeutik yang efektif kepada pasien.</p> Fransisca Imelda Ice, Imelda Ingir Ladjar, Mahpolah Mahpolah ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/11 Mon, 11 Dec 2017 00:00:00 +0700 GAMBARAN KONSEP DIRI PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISA http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/12 <p>Gagal ginjal kronis adalah kegagalan fungsi ginjal untuk mempertahankan metabolisme, keseimbangan cairan dan elektrolit akibat destruksi struktur ginjal yang progresif dengan manifestasi penumpukan sisa metabolit (toksik uremik) dalam darah yang dapat mengganggu kondisi emosional dan konsep diri sehingga mempengaruhi semua pikiran, keyakinan, dan kepercayaan yang merupakan pengetahuan individu tentang dirinya yang dapat mengubah hubungan individu dengan orang lain. Penderita gagal ginjal kronis akan menjalani terapi hemodialisis yaitu dialisis yang dilakukan diluar tubuh penderita gagal ginjal kronik. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui gambaran konsep diri pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa di Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan rancangan deskriptif. Metode pengambilan sampel menggunakan tehnik <em>accidental sampling </em>berjumlah 70 responden dengan alat yang digunakan dalam pengambilan data berupa kuesioner. Data dianalisis menggunakan analisa univariat dengan distribusi frekuensi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh citra tubuh dengan kategori positif (51,4%), harga diri dengan kategori harga diri tinggi (68,6%), dan performa peran dengan kategori ketidakpuasan peran (68,6%). Diharapkan petugas kesehatan dapat memberikan pelayanan <em>(care giving) </em>berupa edukasi dan konseling guna mempertahankan citra tubuh positif dan meningkatkan konsep diri positif.</p> Ignatia Yunita Tamba, Imelda Ingir Ladjar, Sri Mulyani ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/12 Mon, 11 Dec 2017 00:00:00 +0700 GAMBARAN KONSEP DIRI PADA PASIEN LUKA GANGREN DIABETIK DI POLIKLINIK KAKI DIABETIK http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/13 <p>Konsep diri adalah konseptualisasi individu terhadap dirinya sendiri yang merupakan perasaan subjektif individu dan kombinasi yang kompleks dari pemikiran yang disadari / tidak disadari, sikap, dan persepsi yang secara langsung mempengaruhi harga diri dan perasaan seseorang tentang dirinya sendiri. Luka gangren diabetik merupakan komplikasi kronis dari diabetes melitus yang dapat menimbulkan berbagai masalah baik fisik maupun psikologis, menyebabkan penderita merasa putus asa dan tidak dapat menerima keadaannya sehingga akan mempengaruhi konsep diri penderita. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui gambaran konsep diri pada pasien luka gangren diabetik di Poliklinik Kaki Diabetik Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitiaan kuantitatif dengan rancangan deskriptif. Metode pengambilan sampel menggunakan tehnik <em>accidental sampling</em> yang berjumlah 70 responden. Alat ukur berupa kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariat dengan distribusi frekuensi. Penelitian diperoleh citra tubuh dengan kategori positif (51,4%), performa peran dengan kategori ketidakpuasan peran (57,1%), harga diri dengan kategori harga diri tinggi (58,6%), dan konsep diri dengan kategori konsep diri positif (55,7%). Diharapkan dipetugas kesehatan dapat memberikan pelayanan <em>(care giving) </em>yaitu edukasi dan intervensi yang sesuai seperti memberikan konseling untuk mempertahankan citra tubuh yang positif, kepuasan terhadap peran dan harga diri pada penderita luka gangren diabetik dan memotivasi pasien luka gangren diabetik untuk meningkatkan konsep dirinya</p> Sri Ayu Lestari, Warjiman Warjiman, Antia Barewe ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/13 Mon, 11 Dec 2017 19:33:36 +0700 GAMBARAN PERSEPSI TENTANG MANFAAT DAN HAMBATAN LATIHAN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS BERDASARKAN TEORI NOLLA J. PENDER DI POLI KLINIK PENYAKIT DALAM http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/14 <p>Diabetes Melitus (DM) terjadi peningkatan dari 1,1% pada Tahun 2007 menjadi 2,1% pada Tahun 2013. Latihan pada penderita Diabetes Melitus merupakan salah satu penatalaksanaan dasar terapi diabetes melitus yang berguna untuk menstabilkan kadar glukosa darah pada Diabetes Melitus, sehinggga apabila tidak dilakukan secara benar akan meningkatkan komplikasi seperti timbulnya kerusakan organ. Penderita diabetes melitus dikatakan memiliki persepsi yang baik pada penelitian ini, jika pasien merasakan adanya manfaat latihan yang lebih tinggi dari pada adanya hambatan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi persepsi tentang manfaat dan hambatan latihan pada penderita Diabetes Melitus berdasarkan teori Nolla J. Pender di Poli Klinik Penyakit Dalam RSUD Ulin Banjarmasin Tahun 2014. Dengan metode penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif , Pengambilan sampel menggunakan <em>Purposive sampling</em>, jumlah sampel 93 orang. Instrument yang digunakan kuesioner manfaat dan hambatan latihan dengan menggunakan analisis univariat. Dari hasil penelitian pada 93 orang penderita Diabetes Melitus, untuk persepsi yang positif&nbsp; manfaat latihan yaitu 43 orang (46,2%) , dan persepsi yang negatif manfaat latihan yaitu 50 orang (54%). Kemudian pada hambatan &nbsp;latihan terdapat 50 orang (54%) persepsi yang positif terhadap hambatan latihan, dan 43 orang (46,2%) persepsi yang negatif terhadap hambatan latihan. Direkomendasikan kepada tenaga perawat melakukan promosi kesehatan dengan cara menempel poster dan menyebar leaflet&nbsp; mengenai latihan pada diabetes melitus pada penderita diabetes yang rawat jalan.</p> Mitsioneri Helentaria Aktresing Saragih, Sr.Anastasia Maratning, RR. Siti Munawaroh ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/14 Mon, 11 Dec 2017 19:58:27 +0700 GAMBARAN PELAKSANAAN SOP (STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR) PERAWATAN KATETER URINE MENETAP OLEH PERAWAT DI RUANG MEDIKAL BEDAH RUMAH SAKIT SUAKA INSAN BANJARMASIN http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/18 <p>SOP (<em>Standar Operasional Prosedur</em>) merupakan tata cara atau tahapan yang dibakukan dan yang harus dilalui untuk menyelesaikan suatu proses kerja tertentu. Perawat memegang peran penting untuk menjalankan SOP terutama mengenai perawatan kateter urine menetap. Jika perawatan tersebut tidak dilaksanakan sesuai standar maka dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih pada pasien yang dirawat dengan kateter urine menetap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan SOP (<em>Standar Operasional Prosedur</em>) perawatan kateter urine menetap oleh perawat di ruang medikal bedah Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin Tahun 2014. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dilakukan di ruang medikal bedah Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin. Sampel penelitian sebanyak 30 responden yang diambil dengan teknik <em>purposive sampling</em>. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi. Dari hasil penelitian didapatkan perawat yang melaksanakan perawatan kateter urine menetap pada tahap persiapan alat sebanyak 93,33%, tahap persiapan pasien sebanyak 100%, dan 76,67% perawat sudah melaksanakan tahap kerja. Direkomendasikan kepada pihak rumah sakit diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan asuhan keperawatan terutama dalam merawat kateter urine menetap harus sesuai dengan SOP (<em>Standar Operasional Prosedur</em>). SOP tersebut hendaknya dievaluasi secara berkala berdasarkan ilmu keperawatan yang <em>up to date</em> dan didukung dengan <em>evidence based</em> <em>practice</em></p> T. Adi Kresna, Anastasia Maratning, Warjiman Warjiman ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/18 Sun, 12 Jun 2016 00:00:00 +0700 GAMBARAN KONSEP DIRI PASIEN POST OP FRAKTUR EKSTREMITAS.pdf http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/19 <p>Konsep diri adalah konseptualisasi individu terhadap dirinya sendiri yang merupakan perasaan subjektif individu dan kombinasi yang kompleks dari pemikiran yang disadari/tidak disadari, sikap dan persepsi yang secara langsung mempengaruhi harga diri dan perasaan seseorang tentang dirinya sendiri. Fraktur merupakan terputusnya kontinuitas tulang yang dapat menimbulkan masalah pada perubahan fisik maupun psikologis yang menyebabkan perubahan identitas diri, citra diri, ideal diri, performa peran dan harga diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsep diri pasien <em>post op </em>fraktur ekstremitas di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan deskriptif. pengambilan menggunakan tekhnik <em>total sampling </em>yang berjumlah 30 responden dengan Alat ukur berupa kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariat dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian pada analisis univariat konsep diri dengan kategori konsep diri positif (56,67%), identitas personal dengan kategori identitas kuat (53,33%), citra tubuh dengan kategori positif (56,67%), performa peran dengan kategori kepuasan peran 56,67%, responden ideal diri dengan kategori ideal diri realistik (63,33%) dan harga diri dengan kategori harga diri tinggi (60%). Dari hasil penelitian direkomendasikan kepada perawat untuk meningkatkan komunikasi terepeutik yang efektif guna memotivasi klien yang mengalami fraktur ekstremitas yang menimbulkan perubahan struktur atau fungsi tubuh agar dapat meningkatkan gambaran konsep diri, identitas personal, citra tubuh, performa peran dan harga diri klien.</p> Daniel Daniel, Warjiman Warjiman, Siti Munawaroh ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/19 Wed, 13 Dec 2017 09:12:29 +0700 GAMBARAN HARGA DIRI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTRAPI DI RSUD ULIN BANJARMASIN http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/20 <p>Kanker payudara adalah kanker yang terjadi karena terganggunya sistem pertumbuhan sel di dalam jaringan payudara. Salah satu pengobatan yang dilakukan adalah kemotrapi. Pasien kanker payudara yang menjalani kemotrapi akan mengalami perubahan fisik dan psikologis akibat dari penyakit dan pengobatan yang di alami. Perubahan fisik yang terjadi menjadi respon psikologis yang amat menekan bagi penderita kanker payudara yang menjalani kemotrapi. Kondisi ini telah membuat penderita kanker payudara yang menjalani kemotrapi mengalami rasa malu, kurang percaya diri, berperasaan negatif terhadap dirinya dan gangguan hubungan interpersonal dengan orang lain termasuk pasangan hidup. Perubahan fisik tersebut akan mempengaruhi harga diri pasien kanker payudara yang menjalani kemotrapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran harga diri pada pasien kanker payudara yang menjalaani kemotrapi. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif dengan pendekatan survei di lakukan di RSUD Ulin Banjarmasin. Sampel penelitian sebanyak 30 responden yang di ambil dengan tehnik <em>purposive sampling</em>. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner harga diri. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar penderita kanker payudara yang menjalani kemotrapi memiliki harga diri tinggi yaitu sebanyak 53,3% dan sebanyak 46,7% memiliki harga diri sedang. Diharapkan Rumah Sakit dapat mempertahankan program yang bertujuan untuk meningkatkan harga diri pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi seperti program penyuluhan yang bersifat memodivikasi.</p> I Komang Sudana, Chrisnawati Chrisnawati, Anastasia Maratning ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/20 Wed, 13 Dec 2017 09:23:55 +0700 KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/21 <p>Pasien kanker yang menjalani kemoterapi akan mengalami banyak perubahan di dalam kehidupan mereka. Perubahan karena penyakit kanker dan efek kemoterapi ini akan mempengaruhi aspek kehidupan manusia secara holistik dan juga akan mempengaruhi kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kualitas hidup pasien kanker yang menjalani kemoterapi dengan menggambarkan kondisi fisik, kondisi psikologis, hubungan sosial dan kondisi lingkungan. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Partisipan sebanyak 6 pasien kanker yang menjalani lebih dari 2 kali kemoterapi di RSUD Ulin Banjarmasin yang berdomisili di wilayah Kota Banjarmasin dan sekitarnya. Pengambilan partisipan dengan menggunakan teknik <em>sample convenience. </em>Analisis data secara kualitatif dengan <em>content analysis. </em>Dari hasil penelitian di dapatkan Pasien kanker yang menjalani kemoterapi tidak bergairah dalam kehidupannya selama efek kemoterapi masih dirasakan, merasa sudah tidak berguna lagi, menjadi sangat bergantung dalam hal finansial dengan pasangannya, menunda harapan serta cita-cita untuk berfokus pada pengobatan kanker serta merasa kondisinya menjadi lebih baik. Bagi para perawat untuk tetap mempertahankan pelayanan yang telah diberikan dan dapat menjadi perantara informasi bagi pasien kanker dan keluarga yang dapat memberi kenyamanan bagi mereka selama menerima pelayanan kesehatan.</p> Maria Yosefina Kewaina Kolin, Warjiman Warjiman, Mahdalena Mahdalena ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/21 Wed, 13 Dec 2017 09:32:59 +0700 HUBUNGAN PERSEPSI PERAWAT DENGAN TINDAKAN TERHADAP PERLINDUNGAN HAK ATAS PRIVASI KLIEN http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/22 <p>Perawatan di rumah&nbsp; sakit tidak&nbsp; hanya berorientasi pada proses pengobatan,&nbsp; keperawatan&nbsp; atau&nbsp; penyembuhan&nbsp; saja&nbsp; tapi&nbsp; juga&nbsp; perlu&nbsp; memberikan perlindungan&nbsp; terhadap&nbsp; hak&nbsp; privasi&nbsp; klien&nbsp; itu&nbsp; sendiri,&nbsp; selain&nbsp; merupakan&nbsp; suatu kewajiban tindakan ini bertujuan membangun rasa saling percaya&nbsp; antara klien dan perawat. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan rancangan korelasional. Populasi penelitian adalah&nbsp; seluruh&nbsp; perawat&nbsp; pelaksana&nbsp; di&nbsp; ruang&nbsp; Fransiskus&nbsp; dan&nbsp; Maria&nbsp; Rumah&nbsp; Sakit Suaka&nbsp; Insan&nbsp; Banjarmasin&nbsp; yang&nbsp; masing-masing&nbsp; berjumlah&nbsp; 10&nbsp; dan&nbsp; 13&nbsp; orang perawat.&nbsp; Teknik&nbsp; sampling&nbsp; menggunakan&nbsp; total&nbsp; sampling&nbsp; sehingga&nbsp; sampel berjumlah&nbsp; 23&nbsp; orang.&nbsp; Pengumpulan&nbsp; data&nbsp; menggunakan&nbsp; kuesioner&nbsp; dan&nbsp; lembar observasi,&nbsp; Analisis&nbsp; data&nbsp; menggunakan&nbsp; univariat&nbsp; dan&nbsp; bivariat&nbsp; menggunakan&nbsp; uji statistik Spearman Rho interval kepercayaan 95% dan α=0,05. Sebagian besar responden dalam kategori&nbsp; positif sebanyak 18&nbsp; orang&nbsp; (78,3%), Responden&nbsp; melakukan tindakan&nbsp; perlindungan&nbsp; privasi sebagian besar dengan kategori&nbsp; baik&nbsp; berjumlah&nbsp; 15&nbsp; orang&nbsp; (65,2%). Hasil&nbsp; analisis&nbsp; statistik&nbsp; dengan&nbsp; menggunakan&nbsp; uji korelasi&nbsp; Spearman Rho&nbsp; menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi perawat dengan tindakan&nbsp; terhadap&nbsp; perlindungan&nbsp; privasi&nbsp; klien&nbsp; dengan&nbsp; nilai&nbsp; kekuatan&nbsp; hubungan adalah r=0,722. Perlu melakukan evaluasi terhadap standar operasional atau standar pelayanan yang sudah ada untuk memperhatikan dan menambahkan tentang pemenuhan kebutuhan privasi klien selama perawatan di rumah sakit, kemudian melakukan sosialisasi kepada seluruh tenaga perawat agar tercapai pelayanan yang berkualitas.</p> Fras Hinang Hawirami, Chrisnawati Chrisnawati, Sr.Imelda Ingir Ladjar ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/22 Mon, 13 Jun 2016 00:00:00 +0700 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECACATAN KLIEN KUSTA http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/23 <p>Penyakit kusta merupakan penyakit menular, menahun disebabkan oleh kuman kusta <em>(Mycobacterium leprae) </em>yang bersifat intraseluler obligat. Salah satu dampak dari penyakit kusta adalah kecacatan yang dapat berupa cacat tingkat 0, tingkat 1 dan tingkat 2 yang dipengaruhi oleh faktor umur, jenis kelamin, tipe kusta, lama menderita dan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dan korelasional mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecacatan klien kusta di Kelurahan Bitahan RT 11 dan 12 wilayah kerja Puskesmas Lokpaikat tahun 2015. Jenis penelitian <em>kuantitatif </em>dengan rancangan penelitian <em>deskriptif korelasional </em>dan dengan metode pendekatan <em>retrospektif. </em>Metode pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yang berjumlah 44 responde. Proses pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan uji <em>chi-square </em>atau <em>koefisien kontingensi </em>dengan tingkat kepercayaan 95%, signifikansi ditentukan jika <em>ρ </em>kurang dari 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel usia diperoleh hasil (<em>ρ</em>=0,627), variabel jenis kelamin diperoleh hasil (<em>ρ</em>=0,438), variabel tipe kusta diperolah hasil (<em>ρ</em>=0,021), variabel lama menderita diperoleh hasil (<em>ρ</em>=0,007), variabel pengobatan diperolah hasil (<em>ρ</em>=0,520). Disarankan kepada pemberi pelayanan kesehatan, agar meningkatkan pemberian informasi kepada masyarakat melalui penyuluhan agar memahami pentingnya pengobatan secara dini dan teratur.</p> Putri Catrina, Warjiman Warjiman, Rusmegawati Rusmegawati ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/23 Mon, 13 Jun 2016 00:00:00 +0700