Jurnal Keperawatan Suaka Insan http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi <p>Jurnal STIKES Suaka Insan adalah wadah untuk mengembangkan pengetahuan melalui penelitian maupun artikel olmiah yang diterbitkan secara berkala oleh Sekretariat Jurnal Keperawatan Suaka Insan Banjarmasin</p> STIKES Suaka Insan Banjarmasin en-US Jurnal Keperawatan Suaka Insan 2527-5798 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN COMPASSION FATIGUE PADA PERAWAT JIWA DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM KABUPATEN BANJAR http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/79 <p><strong>Latar Belakang :</strong> Peran perawat jiwa identik dengan perilaku <em>caring</em> dan empati dalam menangani klien dengan ganguan jiwa, keterlibatan emosional dalam berempati dapat meyebabkan stres, kecemasan dan depresi yang dapat memicu terjadinya <em>compassion fatigue </em>pada perawat jiwa. <em>Compassion fatigue </em>menjadi tren dan isu dalam keperawatan, yang membutuhkan perhatian yang serius akibat dampak yang ditimbulkan. <em>Compassion fatigue </em>adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kombinasi antara <em>burnout (BO) </em>dan <em>stress traumatic secondary (STS)</em> yang merupakan kelelahan fisik dan psikologis yang menjadi gambaran akan bahaya kerja pada perawat jiwa yang menjalankan perannya&nbsp; sebagai <em>care giving </em>dalam memberikan perilaku <em>caring </em>pada klien mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan <em>compassion fatigue</em> pada perawat jiwa di ruang rawat inap Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Kabupaten Banjar.</p> <p><strong>Metode:</strong> Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan <em>cross sectional</em>, tempat penelitian di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Kabupaten Banjar pada bulan Maret, jumlah sampel sebanyak 80 perawat jiwa menggunakan kuesioner, teknik pengambilan sampel menggunakan <em>purposive sampling</em>. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi dan <em>spearman rho</em>.</p> <p><strong>Hasil :</strong> Hasil uji statistik menunjukan ada hubungan yang signifikan antara usia dengan BO (<em>p=</em>0,005), usia dengan STS (<em>p=</em>0,002), tidak ada hubungan antara usia dengan <em>compassion satisfaction </em>(<em>p=</em>0,139)<em>,</em> ada hubungan antara status pernikahan dengan BO (<em>p=</em>0,000), status pernikahan dengan STS (<em>p=</em>0,000), status pernikahan dengan <em>compassion satisfaction </em>(<em>p=</em>0,000)<em>, </em>ada hubungan antara stres kerja dengan BO (<em>p=</em>0,000), stres kerja dengan STS (<em>p=</em>0,000), stres kerja dengan <em>compassion satisfaction </em>(<em>p=</em>0,000)<em>, </em>ada hubungan antara empati dengan BO (<em>p=</em>0,021), empati dengan STS (<em>p=</em>0,031), tidak ada hubungan antara empati dengan <em>compassion satisfaction </em>(<em>p=</em>0,161)<em>. </em></p> <p><strong>Kesimpulan :</strong> Faktor-faktor yang berhubungan dengan <em>compassion fatigue</em> pada perawat jiwa antara lain usia, status pernikahan, stres kerja, dan empati di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Kabupaten Banjar.</p> Amelia A Iswantoro Iswantoro Chrisnawati Chrisnawati ##submission.copyrightStatement## 2017-12-31 2017-12-31 3 1 1 13 HUBUNGAN ACTIVITY OF DAILY LIVING (ADL) DENGAN KEMAMPUAN KOGNITIF PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA KE MBANG RAMBAI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI BILU http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/80 <p><strong>Latar Belakang</strong> : Secara umum seseorang yang telah memasuki masa lanjut usia mengalami perubahan fisiologis, perubahan fungsional sehingga lansia memerlukan beberapa bantuan untuk melakukan aktivitas sehari-harinya, dan perubahan mental dapat mengakibatkan terjadinya penurunan fungsi kerja otak. <strong>&nbsp;</strong></p> <p>Tujuan Penelitian ini Untuk mengetahui hubungan Activity of Daily Living (ADL) dengan kemampuan Kognitif pada lansia di Posyandu Lansia Kembang Rambai Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Bilu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain <em>cross sectional.</em> Populasi penelitian adalah lansia di Posyandu Lansia Kembang Rambai Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Bilu. Sampel diambil menggunakan &nbsp;teknik <em>purposive sampling </em>yaitu sebanyak 30 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan analisis uji <em>Spearman Rho</em><em>. </em>Dari 30 responden yang mandiri dalam melakukan <em>Activity of Daily Living</em>, terdapat 20 responden (66,7%), ketergantungan terdapat 10 responden (33,3%). Tingkat kemampuan kognitif lansia dari 30 responden yang menunjukkan<em> probable</em> gangguan kognitif sebanyak 9 responden (30%) Dari 30 responden Koefisien korelasi <em>Spearman Rho </em>menunjukkan signifikasi 0,926 &lt; (a)= 0,05. Ada hubungan antara <em>Activity of Daily Living (ADL</em>) dengan Kemampuan Kognitif Pada Lansia</p> <p><strong>Kata Kunci : </strong>Lansia, <em>Activity of Daily Living (ADL</em>), dan Kemampuan Kognitif</p> Jians Fauji Theresia Ivana Dwi Martha Agustina ##submission.copyrightStatement## 2018-06-04 2018-06-04 3 1 1 9 PERBEDAAN RESPONSE TIME PERAWAT PADA PASIEN STROKE YANG MENGGUNAKAN AMBULAN DENGAN YANG TIDAK MENGGUNAKAN AMBULAN DI RSUD ULIN BANJARMASIN http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/81 <p><strong>Latar Belakang: </strong>Stroke memerlukan tindakan yang cepat dan tepat agar tidak terjadi kelumpuhan dan kematian, faktor yang mempengaruhi penatalaksaan stroke salah satunya adalah <em>response time</em>. <em>Response time</em> sendiri dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah transportasi yang digunakan pasien. Hasil studi pendahuluan, dari 5 pasien yang menggunakan ambulan rata-rata <em>response timenya</em> adalah &nbsp;3 menit 47 detik, sedangkan 4 pasien yang tidak menggunakan ambulan adalah 5 menit 11 detik. <strong>Tujuan: </strong>Untuk mengetahui perbedaan <em>response time</em> perawat pasien stroke yang menggunakan ambulan dengan yang tidak menggunakan ambulan. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan metode <em>studi observasional </em>secara <em>cross sectional </em>dengan jumlah sampel 40 pasien stroke di IGD RSUD Ulin Banjarmasin yang diambil dengan teknik <em>accidental sampling</em>. Instrument yang digunakan adalah lembar observasi dengan uji <em>mann whitney</em>. <strong>Hasil:</strong> Tidak ada perbedaan <em>response time</em> perawat pasien stroke yang menggunakan ambulan dengan yang tidak menggunakan ambulan di RSUD Ulin Banjarmasin dengan nilai <em>p value=</em>0,268 (&gt;0,05). <strong>Pembahasan: </strong><em>Response time</em> pasien stroke di IGD RSUD Ulin Banjarmasin telah sesuai dengan standar yang ditentukan</p> Indra Indra Abdurrahman Wahid Ifa Hafifah ##submission.copyrightStatement## 2018-06-04 2018-06-04 3 1 1 6 HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI PUSKESMAS RAWAT INAP CEMPAKA http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/82 <p><strong><em>Background:</em></strong><em>Elderly changes in the body system that causes an increase in blood pressure (hypertension) is affected by stress levels one of them</em><em>.</em></p> <p><strong><em>Objectives: </em></strong><em>Determine relationship between stress</em><em> level</em><em> and </em><em>hypertension among elderly </em><em>in</em><em> Puskesmas Rawat Inap Cempaka</em><em>.</em></p> <p><strong><em>Method: </em></strong><em>Research</em><em> was conducted on 7-13 February 2018</em><em> with cross sectional design with total sample was </em><em>54</em> <em>elderly</em><em> were taken using </em><em>Purposive </em><em>Sampling technique</em>. <em>The instrument used is Perceived Stress Scale Questionnaire (PSS) -10 to assess stress level and tensimeter to assess the pressure high blood pressure (hypertension). </em></p> <p><strong><em>Results:</em></strong><em> Based on Chi-square test results, there is no relationship of stress level with the incidence of hypertension in elderly at Puskesmas Rawat Inap Cempaka. The value of p-value (p = 0.071). </em></p> <p><strong><em>Discussion:</em></strong><em> There are several factors that affect hypertension, so the stress level factor can not be the single factor causing the occurrence of hypertension.</em></p> Rina Lidia Musafaah Musafaah Ifa Hafifah ##submission.copyrightStatement## 2018-06-04 2018-06-04 3 1 1 7 MAKNA MENJADI SUPERVISOR BAGI KEPALA RUANGAN DI RSUD RATU ZALECHA MARTAPURA http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/89 <p>Supervisi di rumah sakit adalah salah satu kunci untuk tetap mempertahankan kualitas asuhan keperawatan. Kompetensi kepala ruangan dalam melaksaksanakan perannya sebagai supervisor di ruang rawat harus menitik beratkan pada pengembangan sikap professional, keterampilan klinis serta peningkatan karir staf. Oleh karena itu penelitian ini berusaha untuk mengungkap makna pengalaman yang dirasakan kepala ruangan saat berperan menjadi supervisor di ruang rawat. Studi ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi melalui wawancara mendalam pada enam orang kepala ruangan di RSUD Ratu Zalecha Martapura. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa menjadi seorang supervisor bagi kepala ruangan juga berarti sebagai pengarah dalam mengembangkan pengetahuan perawat, sebagai bagian tugas dan kewajiban dalam pekerjaan dan sebagai bagian pencapaian aktualiasasi diri. Supervisor memainkan peran penting untuk mendukung pemberian asuhan keperawatan yang berkualitas. Hasil penelitian ini diharapkan agar kepala ruangan selalu berupaya menjadi <em>role model</em> bagi perawat pelaksana, meningkatkan pengetahuan tentang supervisi dan manajemen kepemimpinan secara berkesinambungan.</p> Dewi Setya Paramitha Yati Afiyanti Yuliani Budiyarti ##submission.copyrightStatement## 2018-06-12 2018-06-12 3 1 1 10 PERBEDAAN RESPONSE TIME ANTARA PASIEN STROKE YANG MENGGUNAKAN JAMINAN KESEHATAN DENGAN PASIEN UMUM DI RSUD ULIN BANJARMASIN http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/84 <p><strong>Latar Belakang: </strong>Data kegiatan di RSUD Ulin Banjarmasin stroke penyakit urutan ke-6, rata-rata 89 pasien setiap bulannya terhitung dari bulan januari sampai mei 2017. Salah satu faktor yang mempengaruhi penanganan pasien stroke dalam mencegah kecacatan dan kematian adalah kecepatan dalam memberikan pertolongan (<em>response time</em>). <strong>Tujuan: </strong>Mengetahui perbedaan <em>response time</em> antara pasien stroke yang mengunakan jaminan kesehatan dengan pasien umum di RSUD Ulin Banjarmasin. <strong>Metode:</strong> Desain penelitian <em>studi observasional </em>dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Teknik pengampilan sampel jenis <em>accidental sampling. </em>Jumlah sampel 40 pasien stroke dari bulan November sampai Desember 2017. Instrumen penelitian yaitu lembar observasi. Analisis bivariat menggunakan uji <em>mann whitney </em>dengan nilai Sig α=0,05. <strong>Hasil:</strong> Tidak ada perbedaan <em>response time</em> antara pasien stroke yang menggunakan jaminan kesehatan dengan pasien umum di RSUD Ulin Banjarmasin dengan nilai <em>p value=</em>0,785 (&gt;0,05).<strong>Pembahasan:</strong> Pasien yang datang ke RSUD Ulin Banjarmasin langsung ditangani dengan cepat dan tepat.</p> Verawati Verawati Abdurahman Wahid Herry Setiawan ##submission.copyrightStatement## 2018-06-04 2018-06-04 3 1 1 8 EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE BOLA SALJU (SNOW BALL THROWING) TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR TENTANG KANKER SERVIKS DI WILAYAH PUSKESMAS KAYON PALANGKA RAYA http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/85 <p><strong>Latar Belakang :</strong> Kanker Serviks merupakan keganasan pada leher rahim, terjadi di daerah organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke rahim, dan terletak antara rahim (uterus) dan lubang vagina. Salah satu penyebab Kanker Serviks karena kurangnya memahami faktor resiko dan pencegahannya, oleh sebab itu diperlukan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap pada wanita usia subur. Ketika tidak diberikan pendidikan kesehatan tentang Kanker Serviks dan Wanita Usia Subur tidak mengetahui tentang Kanker Serviks maka resiko untuk terkena Kanker Serviks tidak dapat dicegah.</p> <p><strong>Tujuan</strong> <strong>: </strong>mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan dengan metode bola salju (<em>snow ball throwing) </em>terhadap pengetahuan dan sikap wanita usia subur tentang kanker serviks&nbsp; di&nbsp; wilayah puskesmas kayon RW.IV RT.I&nbsp; Palangka Raya.</p> <p><strong>Metode : </strong>Pre-eksperimental <em>one group pretest-posttest design</em>, <em>non probability</em> <em>sampling</em>, <em>purposive sampling</em>, sampel 12 responden. Analisa univariat dan bivariat menggunakan uji <em>Wilcoxon sign rank</em><em>,</em> Instrumen kuesioner 31 butir soal pengetahuan dan sikap 16 butir soal.</p> <p><strong>Hasil :</strong> Sebelum diberikan pendidikan kesehatan, tingkat pengetahuan kategori kurang 8 (66,7%) dan sikap negatif 10 (83,3%). Pengetahuan setelah pendidikan kesehatan kategori baik 8 (66,7%), sikap positif 10 (83,3%) responden.</p> <p><strong>Kesimpulan :</strong> Pendidikan kesehatan metode bola salju efektif dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap pada wanita usia subur</p> Theresia Ivana Repilita Repilita Aulia Rachman ##submission.copyrightStatement## 2018-06-04 2018-06-04 3 1 1 6 PENGARUH TRUNK STABILITY EXERCISE TERHADAP KEKUATAN OTOT PUNGGUNG DAN OTOT TUNGKAI PADA LANJUT USIA DI PSTW BUDI MULIA I DAN II JAKARTA TIMUR http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/86 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Berkurangnya kemampuan mempertahankan stabilitas tubuh pada lansia dipengaruhi oleh penurunan kekuatan otot dan keseimbangan tubuh yang dapat meningkatkan resiko jatuh. Tindakan mandiri seorang perawat medikal bedah pada pelayanan komunitas lanjut usia adalah memberikan edukasi dan keterampilan dalam upaya&nbsp; menurunkan&nbsp; resiko jatuh&nbsp; yang dapat menimbulkan masalah berkepanjangan. Bentuk latihan yang&nbsp; dapat diberikan pada lanjut usia untuk mencegah penurunan fungsi otot&nbsp; adalah dengan melakukan <em>trunk stability exercise.</em></p> <p><strong>Tujuan:</strong> Menganalisa&nbsp; pengaruh <em>Trunk Stability Exercise</em> terhadap kekuatan otot&nbsp; pada lansia di PSTW Budi Mulia I dan II Jakarta Timur.</p> <p><strong>Metode:</strong> Desain penelitian <em>quasi experimental</em>&nbsp; pre dan post design&nbsp; dengan kelompok kontrol Sampel sebanyak 110 responden (82 intervensi dan 28 kontrol) diambil secara <em>purposive sampling</em><strong>.</strong></p> <p><strong>Hasil:</strong> Berdasarkan analisis univariate mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (58,2%), IMT kategori kurus (48,2%) dan olahraga kategori sering (66,4%). Berdasarkan hasil&nbsp; t-independent test bahwa ada pengaruh <em>Trunk Stability Exercise</em> terhadap kekuatan otot tungkai dengan nilai pvalue: 0,004 (&lt; 0,05) terhadap kekuatan otot punggung dengan pvalue : 0,040 (&lt; 0,05). Berdasarkan uji beda <em>Mann Whitney</em> ada perbedaan signifikan peningkatan otot punggung dan tungkai kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai kekuatan otot punggung pvalue 0,001 (&lt; 0,05) dan kekuatan otot tungkai pvalue 0,025&nbsp;&nbsp; (&lt; 0,05) dan terhadap keseimbangan tubuh dengan pvalue 0,000 (&lt; 0,05). Berdasarkan <em>pired two test</em> menunjukkan ada perbedaan signifikan kekuatan otot punggung dan tungkai sebelum dan sesudah intervensi dengan pvalue 0,000 (&lt; 0,05).</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Terdapat peningkatan kekuatan otot punggung dan otot tungkai&nbsp; pada lanjut usia di PSTW Budi Mulia I dan II Jakarta Timur setelah dilakukan <em>Trunk Stability Exercise</em>. Saran agar lansia diberikan <em>Trunk Stability Exercise</em> untuk meningkatkan kekuatan otot secara terjadwal.</p> Theresia Jamini Lousiana Lousiana ##submission.copyrightStatement## 2018-06-04 2018-06-04 3 1 1 9 Hubungan Tipe Pola Asuh Orangtua Permisif Dengan Perkembangan Emosional Anak Usia 4-6 Tahun yang menggunakan Gadget di TK Barunawati Banjarmasin http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/87 <p><strong>Latar Belakang: </strong>Pola asuh orangtua permisif yaitu bentuk pola asuh dimana terdapat aspek-aspek kontrol yang sangat longgar terhadap anak, hukuman dan hadiah tidak pernah diberikan semua keputusan di serahkan kepada anak orang tua bersikap masa bodoh dan pendidikan bersifat bebas, sedangkan perkembangan anak usia 4-6 tahun salah satunya dipengaruhi oleh pola asuh orang tua. Fenomena yang terjadi sekarang ini sering kita lihat anak menggunakan gadget dan orangtua membiarkan saja tanpa memberi batasan waktu. Anak yang menggunakan gadget akan mengalami penurunan dalam bersosialisasi dan mengatur emosi sehingga anak menjadi tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya, lebih ironis lagi anak tidak bisa menghormati orangtua.</p> <p><strong>Tujuan</strong> <strong>Penelitian: </strong>Mengetahui Hubungan Tipe Pola Asuh Orang tua Permisif Dengan Perkembangan Emosional Anak Usia 4-6 Tahun Yang menggunakan <em>Gadget</em> di TK Barunawati Banjarmasin</p> <p><strong>Metode: </strong>Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan design deskriptif korelasional menggunakan pendekatan <em>cross sectional</em>. Penelitian ini dilaksanakan&nbsp; di TK Barunawati Banjarmasin. Sampel di ambil menggunakan teknik <em>pur</em><em>posive</em><em> sampling </em>yaitu sebanyak 51 responden. Pengumpulan data menggunakan metode &nbsp;kuisioner. Analisa data menggunakan analisis uji <em>spearman rank</em> pada <em>α = 0,05.</em></p> <p><strong>Hasil: </strong>Dari 51 responden terdapat 18 responden&nbsp; (35,3%) yang pola asuh permisif kurang. Perkembangan emosional anak usia 4-6 tahun yang menggunakan <em>gadget </em>dari 51 responden yang menunjukan perkembangan emosional cukup sebanyak 16 responden (31,4%). Koefisien korelasi <em>spearman rank</em> menunjukan sigifikasi &lt; 0,05 yaitu p= 0,470</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Ada hubungan antara pola asuh orang tua permisif dengan perkembangan emosional anak usia 4-6 tahun yang menggunakan <em>gadget</em>.</p> Sapariah Anggraini Yohana Gabrilinda Adang Velly Cahayani ##submission.copyrightStatement## 2018-06-04 2018-06-04 3 1 1 5 HUBUNGAN DUKUNGAN EMOSIONAL KELUARGA DENGAN TINGKAT NYERI PADA ANAK ACUTE LYMPHOBLASTIC LEUKEMIA AKIBAT KEMOTERAPI http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/88 <p><em><strong>Latar Belakang </strong></em><em>: </em>Fenomena yang terjadi yaitu anak sering merasakan nyeri akibat efek samping kemoterapi. Dukungan emosional keluarga kepada anak sangat dibutuhkan, karena perasaan atau energi positif yang diberikan membuat anak merasa aman, tentram, dan dicintai, sehingga mampu <em>menurunkan atau meminimalisir nyeri yang dirasakan anak</em><em>.</em></p> <p><em><strong>Tujuan Penelitian </strong></em><em>: </em>Untuk mengetahui hubungan dukungan emosional keluarga dengan tingkat nyeri pada anak <em>Acute Lymphoblastic Leukemi</em><em>a </em>akibat kemoterapi di Ruang Hemato Onkologi Tulip III A RSUD Ulin Banjarmasin.</p> <p><strong>Metode </strong>: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain <em>cross sectional.</em> Populasi penelitian adalah keluarga dan anak <em>Acute Lymphoblastic Leukemia</em> yang mengalami nyeri akibat kemoterapi. Sampel diambil menggunakan teknik <em>purposive sampling </em>yaitu sebanyak 30 responden. Pengumpulan data menggunakan metode kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan analisis uji <em>Spearman R</em><em>ank</em> pada α=0,05.</p> <p><strong>Hasil </strong>: Dari 30 responden, terdapat 18 responden (60,0%) yang sering memberikan dukungan emosional keluarga pada anak. Tingkat nyeri pada anak <em>Acute Lymphoblastic Leukemi</em><em>a </em>akibat kemoterapi dari 30 responden/anak yang menunjukkan nyeri sedang sebanyak 19 responden (63,3%). Koefisien korelasi <em>Spearman R</em><em>ank</em> menunjukkan 0,380 signifikansi 0,038 dengan (a) 0,05.</p> <p><strong>Kesimpulan </strong>: Ada hubungan antara dukungan emosional keluarga dengan tingkat nyeri pada anak <em>Acute Lymphoblastic Leukemia </em>akibat kemoterapi (p=0,038).</p> Nalau Sapu Rata Mohammad Basit Sapariah Anggraini ##submission.copyrightStatement## 2018-06-05 2018-06-05 3 1 1 13