http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/issue/feed JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) 2019-01-16T10:03:16+00:00 Ermeisi Er Unja meisiunja10@gmail.com Open Journal Systems <p>Jurnal STIKES Suaka Insan adalah wadah untuk mengembangkan pengetahuan melalui penelitian maupun artikel olmiah yang diterbitkan secara berkala oleh Sekretariat Jurnal Keperawatan Suaka Insan Banjarmasin</p> http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/98 PENGARUH EFEK SAMPING OAT (OBAT ANTI TUBERCULOSIS) TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TBC DI PUSKESMAS 2019-01-14T13:05:51+00:00 I Kadek Seniantara ikadekseniantara@gmail.com Theresia Ivana theresiaivana@gmail.com Yohana Gabrilinda Adang Yohana@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi kronis yang masih menjadi masalah kegawat daruratan global dan penyebab kematian terbesar setelah <em>Human Immunodeficiency Virus</em>. Sekitar 80% kasus TB yang dilaporkan terjadi di 22 negara di dunia, Indonesia termasuk dalam negara <em>High-Burden countries</em> dan berada diperingkat kelima sebagai negara dengan kasus TB terbesar setelah India, Cina, Afrika Selatan dan Nigeria. Adanya Efek samping obat anti tuberkulosis dan putusnya terapi obat diketahui merupakan salah satu fakor risiko terjadinya kegagalan pengobatan.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> mengetahui pengaruh efek samping OAT terhadap kepatuhan minum obat pada pasien TBC di Puskesmas Pekauman Banjarmasin.</p> <p><strong>Metode: </strong>Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian <em>Corelational study</em><em>. </em>Teknik sampling <em>non</em><em>-</em><em>probability </em>sampling jenis <em>purposive sampling</em>, jumlah sampel 40 penderita TB. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji <em>Spearman rank</em>. Instrument penelitian menggunakan kuesioner dengan 13 butir soal untuk variable Pengaruh dan 14 kuesioner untuk variable Kepatuhan.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa&nbsp; korelasi yang terjadi antara efek samping OAT dan kepatuhan minum obat adalah hubungan yang berbanding lurus artinya semakin berat efek samping OAT maka semakin tidak patuh minum obat, dan semakin ringan efek samping OAT maka semakin patuh minum obat.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Ada hubungan yang signifikan antara pengaruh efek samping OAT terhadap kepatuhan minum obat pada pasien TBC di Puskesmas Pekauman Banjarmasin.</p> 2018-12-01T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/99 PENGARUH HIPNOPARENTING TERHADAP MUAL MUNTAH AKIBAT KEMOTERAPI PADA ANAK DENGAN AKUT LIMPOBLASTIK LEUKEMIA 2019-01-14T14:12:56+00:00 Chrisnawati Chrisnawati yudhachris16@gmail.com Safariah Anggraini safa_anggraini@hotmail.com Dwi Martha Agustina martha@gmail.com <p><strong>Latar Belakang: </strong>Secara umum pengobatan untuk anak dengan <em>Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL)</em> adalah kemoterapi.&nbsp; Terapi kemoterapi memberikan efek mual muntah pada saat atau setelah tindakan, mual muntah menyebabkan rasa yang tidak nyaman pada pasien anak dengan ALL. Salah satu tindakan keperawatan komplementer yang dilakukan adalah<em> hypnoparentin</em>g untuk mengurangi mual dan muntah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh <em>hypnoparenting</em> terhadap mual muntah akibat kemoterapi pada anak dengan <em>Acute Lymphoblastic Leukemia</em> di RSUD Ulin Banjarmasin dan mengetahui perbedaan tingkat mual muntah sebelum dan setelah hypnoparenting.</p> <p><strong>Metode</strong>: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain Quasi Eksperimental yang telah melewati uji Etika Penelitian. Pemilihan kelompok penelitian berjumlah 30 pasien anak yang telah menandatangani informed consent. Kelompok dibagi menjadi 2 kelompok besar yaitu 15 pasien anak di kelompok kontrol dan 15 pasien anak di kelompok eksperimen dan pengukuran mual muntah menggunakan <em>Instrumen Rhodes Index Nausea, Vomiting &amp; Retching </em>(RINVR) akibat kemoterapi pada kelompok control dan kelompok intervensi.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Menujukan penurunan rerata mual muntah pada kelompok intervensi sebesar 7,06; perbedaan yang signifikan rata-rata skor <em>mual-muntah </em>sebelum dan sesudah dilakukan <em>hypnoparenting </em>P value 0,001 (P&lt;0,05)</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Hypnoparenting memiliki keefektifan yang signifikant dalam menurunkan mual muntah akibat kemoterapi pada anak ALL.</p> 2018-01-01T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/100 GANGGUAN RASA NYAMAN PADA PASIEN HIPERTENSI 2019-01-14T14:42:13+00:00 Insana Maria Insana@gmail.com <p><strong>Latar belakang:</strong> Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyebab gangguan rasa nyaman yang dapat terjadi pada aspek biologis, psikologis, sosial dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran gangguan rasa nyaman pada pasien Hipertensi di wilayah kerja Unit Pelaksana Teknis Puskesmas Martapura 1. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian sebanyak 150 orang dan sampel 109 responden dengan menggunakan teknik pengambilan <em>purposive sampling. </em>Metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. <em>&nbsp;</em></p> <p><strong>Hasil:</strong> Penelitian ini menunjukkan mayoritas responden pada aspek biologis mengalami ketidak nyamanan sebanyak 80,7%. Mayoritas responden pada aspek psikologis mengalami ketidak nyamanan sebanyak 67%. Mayoritas responden pada aspek sosial mengalami ketidak nyamanan sebanyak 64,2%. Mayoritas responden pada aspek spiritual mengalami ketidak nyamanan sebanyak 70,6%. Mayoritas responden mengalami ketidaknyamanan sebanyak 75,2%.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Dalam penelitian ini disarankan untuk pasien agar menambah wawasan tentang pengendalian rasa nyaman agar mampu diterapkan untuk pengendalian dari efek Hipertensi.</p> 2018-12-14T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/101 PENGARUH MUROTTAL AL-QUR’AN TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN JANTUNG 2019-01-14T14:52:36+00:00 Muhammad Chairil Ibnu Saleh cisaurusibnus@gmail.com Dwi Martha Agustina martha@gmail.com Lukmanul Hakim Lukmanul@gmail.com <p><strong>Latar Belakang :</strong> Pasien dengan penyakit jantung yang baru pertama terdiagnosa seringkali mengalami kecemasan terhadap penyakitnya yang disebabkan oleh ketakutan atau kekhawatiran yang berlebihan. Rasa cemas yang berlebihan dapat memperburuk keadaan, membuat penyakit tidak kunjung sembuh dan waktu perawatan di rumah sakit menjadi lama sehingga perlu diatasi dengan menggunakan terapi audio, salah satunya dengan menggunakan terapi murottal al-qur’an. Murottal al-qur’an bekerja pada otak, ketika mendapatkan rangsangan dari luar, maka otak memproduksi zat neuropeptide yang mengangkut reseptor-reseptor dalam tubuh sehingga membuat perasaan menjadi nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh murottal al-qur’an terhadap tingkat kecemasan pada pasien dengan masalah penyakit Jantung di Ruang Alamanda Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin.</p> <p><strong>Metode: </strong>Jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan rancangan penelitian <em>pre-eksperimental design</em> dengan pendekatan <em>one shot case study </em>teknik sampling menggunakan purposive sampling, jumlah sampel 15 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner <em>Hospital Anxiety &amp; Depression Scale (HADS</em>). Analisa data yang digunakan adalah uji <em>nonparametrik Wilcoxon Signed Rank</em>.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Berdasarkan uji <em>Wilcoxon</em> didapatkan p value = 0,001 (&lt;0,05), artinya ada pengaruh murottal al-qur’an terhadap tingkat kecemasan pada pasien jantung di ruang Alamanda RSUD Ulin Banjarmasin.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Adanya pengaruh murottal al-qur’an terhadap tingkat kecemasan pada pasien dengan penyakit jantung di ruang Alamanda RSUD Ulin Banjarmasin.</p> 2018-12-14T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/102 SYSTEMATIC REVIEW: PENGGUNAAN SMARTPHONE UNTUK PROGRAM MANAGEMENT LIFE STYLE PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 2019-01-14T14:58:53+00:00 Oktovin Oktovin Oktavin24@gmail.com Ermeisi Er Unja Ermeisi@gmail.com Aulia Rachman Aulia@gmail.com <p><strong>Latar Belakang :</strong> Angka kejadian Diabetes Melitus (DM) di dunia mencapai 371 juta jiwa pada tahun 2012 dan meningkat menjadi 382 juta jiwa pada tahun 2013. Angka ini akan meningkat mencapai 592 juta jiwa pada tahun 2035 dengan jenis DM yang terbanyak adalah DM Tipe 2 (90%-96%). DM Tipe 2 dapat ditangani terutama dengan merubah <em>life style </em>(diet dan aktifitas fisik) harian. Oleh karena itu peran tenaga kesehatan sangat diperlukan dalam usaha promotif dan preventif dalam mengendalikan perubahan <em>life style</em> pasien DM, terutama dengan memanfaatkan Teknologi saat ini.</p> <p><strong>Metode :</strong> Peneltian ini menggunakan metode Systematic Review dengan mencari jurnal penelitian sesuai dengan kriteria inklusi untuk dianalis.</p> <p><strong>Hasil:</strong> dari 4614 terdapat 4 jurnal penelitian yang serupa untuk di analisa terkait efektifitas penggunaan media telekomunikasi dalam membantu pasien mengubah <em>life style</em> dalam mengontrol kadar gula darah pada pasien DM Tipe 2.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> penggunaan media telekomunikasi terutama dalam penggunaan aplikasi <em>smartphone</em> sangat efektif dalam mempengaruhi kepatuhan program terapi baik diet dan aktifitas fisik pada pasien DM Tipe 2.</p> 2018-12-14T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/103 HUBUNGAN OPTIMISME DENGAN TINGKAT KECEMASAN DAN DEPRESI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH 2019-01-15T07:38:35+00:00 Pron Yogi pronyogi42@gmail.com Dyah Trifianingsih Dyah@gmail.com Dwi Martha Agustina martha@gmail.com <p><strong>Latar Belakang: </strong>Kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang serius. Pengobatan yang umum untuk pasien dengan masalah kanker payudara yaitu kemoterapi. Data menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 48% wanita yang menjalani kemoterapi, mengalami kecemasan dan depresi. Optimisme merupakan salah satu faktor prediktor yang baik untuk berbagai penyakit somatik, termasuk pada berbagai jenis kanker. Optimisme dinilai sebagai salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kecemasan dan depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan optimisme dengan tingkat kecemasan dan depresi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUD Ulin Banjarmasin.</p> <p><strong>Metode: </strong>Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan <em>cross sectional</em>, dengan populasi yaitu pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di ruang Edelweis RSUD Ulin Banjarmasin dengan jumlah sampel 28 responden diambil dengan menggunakan <em>purposive</em> <em>sampling. </em>Pengumpulan data menggunakan kuesioner LOT-R dan HADS.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Optimisme responden berada pada kategori sedang sebanyak 23 (82,14%) orang, untuk tingkat kecemasan sedang sebanyak 18 (64,28%) orang dan dengan tingkat depresi ringan sebanyak 15 (53,57%) orang. Hasil analisis menunjukkan hasil <em>correlation coefficient </em>dan signifikansi<em> = -</em>0,531, <em>p </em>= 0,04 (optimisme dan kecemasan) dan = -0,569,&nbsp;&nbsp; <em>p </em>= 0,02 (optimisme dan depresi).</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Ada hubungan antara optimisme dengan tingkat kecemasan dan depresi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUD Ulin Banjarmasin.</p> 2018-12-15T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/104 PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT TENTANG PELAKSANAAN ORAL HYGIENE PADA PASIEN TERPASANG VENTILATOR MEKANIK 2019-01-15T07:49:12+00:00 Ria Aryanti Putri Putriria688@gmail.com Dwi Martha Agustina martha@gmail.com Dyah Trifianingsih Dyah@gmail.com <p><strong>Latar Belakang: </strong>Pasien kritis dengan ventilator mekanik merupakan isu penting, terutama pada risiko berbagai komplikasi dari pemakaian ventilator mekanik seperti komplikasi paru berupa pneumonia terkait ventilator (<em>VAP</em>). 16 ruang <em>intensive</em> rumah sakit di negara-negara asia termasuk Indonesia terdapat 1285 pasien pengguna ventilator dan kejadian VAP cukup tinggi dengan kisaran 9-28%. VAP dapat dicegah dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah tindakan, mengatur posisi pasien, <em>suction</em> dan terutama <em>oral hygiene</em>. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk Mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap perawat tentang pelaksanaan <em>oral hygiene</em> pada pasien terpasang ventilator di ruang ICU RSUD Ulin Banjarmasin.</p> <p><strong>Metode: </strong>Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitian deskriptif. Sampel perawat pelaksana berjumlah 35 responden. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan dan sikap perawat. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan teknik <em>purposive sampling. </em>Analisis data dengan analisis univariat.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Pengetahuan perawat tentang pelaksanaan <em>oral hygiene</em> pada pasien terpasang ventilator mekanik di ruang ICU RSUD Ulin Banjarmasin dominan terbanyak masuk dalam kategori cukup sebanyak 28 responden (80%) dan sikap perawat keseluruhan positif dari 35 responden (100%).</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Perawat ICU RSUD Ulin Banjarmasin sebagian besar memiliki pengetahuan yang cukup dan sikap yang positif tentang pelaksanaan <em>oral hygiene</em> pada pasien dengan ventilator mekanik.</p> 2018-12-15T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/105 HARAPAN IBU YANG MEMILIKI ANAK PENYANDANG AUTISME 2019-01-15T08:02:50+00:00 Dania Relina Sitompul daniarelina89@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Ibu yang memiliki anak penyandang autisme mengalami masa berduka dalam proses awal perawatan anaknya. Tahapan tersebut mulai dari tahapan menolak atau berduka dan berlanjut hingga mencapai suatu tahap menerima kenyataan bahwa ia memiliki anak penyandang autisme. Banyak ibu yang masih tetap optimis bahwa suatu saat anaknya akan mengalami kemandirian dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kemandirian anak menjadi harapan utama bagi ibu dengan anak penyandang autisme.</p> <p><strong>Metode:</strong> Penelitian ini berdesain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Partisipan berjumlah sembilan partisipan ibu dari anak penyandang autisme di Banjarmasin. Pengumpulan data diakukan dengan observasi partisipatif, wawancara mendalam dilengkapi dengan catatan lapangan dan <em>study literature.</em></p> <p><strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian ini mengidentifikasi harapan ibu terhadap anak penyandang autisme yaitu perkembangan anak. Kemandirian anak menjadi harapan utama bagi ibu dengan anak penyandang autisme. Kemandirian kehidupan anak penyandang autisme terbagi menjadi dua kelompok, yaitu optimalnya perkembangan anak dan meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap anak penyandang autisme.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Penelitian ini memberikan masukan bagi perawat anak untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan dalam memberikan dukungan bagi orangtua yang mempunyai anak penyandang autisme, serta melakukan sosialisasi tentang autisme dan perawatannya.</p> 2018-12-15T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/106 PENGARUH TERAPI MEWARNAI GAMBAR DENGAN PASIR WARNA TERHADAP KECEMASAN ANAK PRASEKOLAH 3-5 TAHUN 2019-01-15T08:24:27+00:00 Arisska Debora ariskaa535@gmail.com Dania Relina Sitompul daniarelina89@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Kecemasan pada anak prasekolah dapat disebabkan karena perpisahan, perasaan kehilangan, cedera tubuh dan nyeri. Dampak kecemasan ini berisiko mengganggu tumbuh kembang anak dan proses penyembuhan. Upaya untuk mengurangi kecemasan anak dapat dilakukan dengan memberi terapi bermain mewarnai gambar dengan pasir warna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi mewarnai gambar dengan pasir warna terhadap kecemasan anak usia prasekolah 3-5 tahun di Tulip II A RSUD Ulin Banjarmasin.</p> <p><strong>Metode:</strong> Jenis penelitian ini adalah <em>pre-experimental design</em> dengan rancangan penelitian <em>one group pretest and posttest design. </em>Teknik pengambilan sampel yaitu <em>accidental sampling</em>. Sample yang berhasil dikumpulkan adalah sebanyak 30 responden. Uji statistik <em>paired sample t-Test</em> dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05).</p> <p><strong>Hasil:</strong> Tingkat kecemasan sebelum diberikan terapi yang paling tinggi yaitu kecemasan sedang dengan presentase 53,3% dan setelah diberikan terapi tingkat kecemasan berada pada tingkat kecemasan ringan dengan presentase 76,6%. Hasil p <em>value</em> = 0,000 (&lt; 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terapi mewarnai gambar dengan pasir warna terhadap tingkat kecemasan anak prasekolah 3-5 tahun di ruang Tulip II A RSUD Ulin Banjarmasin.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh terapi mewarnai gambar dengan pasir warna terhadap tingkat kecemasan anak prasekolah 3-5 tahun.</p> 2018-12-15T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/107 FAKTOR - FAKTOR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK KEJADIAN INFEKSI SALURAN NAPAS PADA BALIT 2019-01-15T08:31:20+00:00 Elta Nora Eltanora02@gmail.com Evy Marlinda Marlinda@gmail.com Theresia Ivana theresiaivana@gmail.com <p><strong>Latar Belakang</strong>: Puskesmas Pekauman memiliki jumlah kasus balita yang terkena ISPA tertinggi di Kota Banjarmasin. ISPA merupakan penyebab angka kesakitan pada bayi dan balita yang cukup tinggi, sekitar 20-30%, apabila dibiarkan akan dapat menjadi ISPA berulang pada balita/anak yang sama dalam waktu yang relatif singkat.</p> <p>Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor intrinsik dan ekstrinsik dari kejadian ISPA pada balita di puskesmas Pekauman Banjarmasin.</p> <p><strong>Metode Penelitian</strong>: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian <em>cross</em> <em>sectional</em>, sampel yang digunakan sebanyak 117 orang tua (ibu) yang memiliki balita dan berobat ke Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Teknik sampling <em>Consecutive Sampling</em>, instrumen yang digunakan adalah kuesioner, dengan analisa data menggunakan <em>Chi Square</em>.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Hasil penelitian menunjukan bahwa, kejadian ISPA di Puskesmas Pekauman dari 117 sampel, sebanyak 71 balita termasuk dalam ISPA non-pneumonia dan 46 balita yang termasuk ISPA pneumonia. Dari 5 faktor yang diteliti, hasil penelitian menunjukan hubungan signifikan, pemberian ASI eksklusif dengan <em>p value</em> = 0,0001 (<em>Prevalence Odds Ratio </em>(POR) = 4,645 (95% CI 1,999-10,793), perilaku kesehatan dengan <em>p value</em> = 0,000 (POR = 8,580 (95% CI 3,552-20,724, jenis kelamin dengan <em>p value</em> = 0,002 (POR = 4,365 (95% CI 1,786-10,665), status ekonomi dengan <em>p value</em> = 0,581 pada ekonomi tinggi (POR = 0,768 (95% CI 0,302-1,958) dan <em>p value</em> = 0,003 pada ekonomi sedang (POR = 0,171 (95% CI 0,053-0,551), sedangkan untuk faktor yang tidak berhubungan yaitu BBL dengan p value = 0,151 (POR = 0,511 (95% CI 0,227-1,150).</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Faktor intrinsik dan ekstrinsik yang berhubungan dengan&nbsp; kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Pekauman Banjarmasin adalah, jenis kelamin, pemberian ASI eksklusif, status ekonomi pada ekonomi sedang, dan perilaku kesehatan.</p> 2018-12-15T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/108 HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MAKAN DENGAN PERILAKU SULIT MAKAN PADA ANAK USIA PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) 2019-01-15T08:38:04+00:00 Lola Vita Loka Ollatan22@gmail.com Margaretha Martini Martini@gmail.com Dania Relina Sitompul daniarelina89@gmail.com <p><strong>Latar Belakang: </strong>Perilaku sulit makan merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada anak usia prasekolah (3-6 tahun) dimana anak menolak makan atau memilih-milih jenis makanan tertentu yang akan berdampak pada status gizi anak, pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga perlu perhatian khusus bagi ibu agar kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan anak dapat terpenuhi secara optimal.</p> <p><strong>Tujuan: </strong>Mengetahui hubungan pola pemberian makan dengan perilaku sulit makan pada anak usia prasekolah (3-6 tahun) di TK Arrahmatul Abadiyyah Kelurahan Alalak Selatan Banjarmasin tahun 2018.</p> <p><strong>Metode: </strong>Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Sampel penelitian yaitu ibu yang memiliki anak usia 3-6 tahun, pengambilan sampel menggunakan teknik <em>purposive sampling</em> dengan jumlah sampel 32 responden<em>.</em> Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisa data univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisa data bivariat mengunakan rumus <em>spearman rank.</em></p> <p><strong>Hasil: </strong>Pola pemberian makan baik yaitu ibu yang sangat baik dalam mengatur frekuensi makan anak dengan presentase 62,5% dan anak yang tidak dipaksa untuk makan tidak mengalami sulit makan dengan presentase 59,4%. Koefisien korelasi <em>spearman rank </em>menunjukan 0,674 signifikansi 0,000 (P = &lt; 0,05).</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Terdapat hubungan antara pola pemberian makan dengan perilaku sulit makan pada anak usia prasekolah (3-6 tahun) di TK Arrahmatul Abdiyyah Kelurahan Alalak Selatan Banjarmasin.</p> 2018-12-15T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/109 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERNIKAHAN USIA DINI PADA REMAJA WANITA 2019-01-15T08:57:17+00:00 I Nyoman Adi Pramana iadipramana@gmail.com Warjiman Warjiman Warjiman99@gmail.com Luckyta Ibna Permana luckypermana889@gmail.com <p><strong>Latar Belakang: </strong>Pernikahan usia dini adalah pernikahan yang dilakukan dibawah umur 20 tahun. Dampak pernikahan usia dini lebih tampak nyata pada remaja putri dibandingkan remaja laki-laki. Dampak nyatanya adalah terjadinya BBLR, abortus atau keguguran karena secara fisiologis organ reproduksi (khusunya rahim) belum sempurna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pernikahan usia dini pada remaja wanita di Kelurahan Kelayan Timur Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin.</p> <p><strong>Metode: </strong>Penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional dengan pendekatan <em>cross sectional. </em>Jumlah populasi sebanyak 41 responden. Teknik sampling menggunakan <em>purposive sampling</em>. Jumlah sampel 30 responden dengan remaja pernikahan usia dini. Penilaian sosial budaya dan orang tua diukur menggunakan kuesioner dengan skala <em>likert</em>. Analisis data secara univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi dan data bivariate menggunakan uji<em> chi-square</em>.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Dari tiap variabel menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikansi orang tua terhadap pernikahan usia dini (p-value 0,001), tingkat pendidikan terhadap pernikahan usia dini (p-value 0,049), status ekonomi terhadap pernikahan dini (p-value 0,000), dan sosial budaya terhadap pernikahan usia dini (p-value 0,000).</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Orang tua, pendidikan, status ekonomi dan sosial budaya memiliki hubungan/pengaruh kejadian pernikahan usia dini pada remaja wanita di Kelurahan Kelayan Timur Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin.</p> 2018-12-15T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/110 PERBANDINGAN KUALITAS TIDUR SISWA/SISWI KELAS XI SMA NEGERI DENGAN KUALITAS TIDUR SISWA/SISWI KELAS XI SMA SWASTA 2019-01-15T09:06:03+00:00 Luis Pinalosa vnalosa@gmail.com Maria Silvana Dhawo dhawo@gmail.com Sapariah Anggraini safa_anggraini@hotmail.com <p><strong>Latar Belakang: </strong>Kualitas tidur adalah kepuasan seseorang terhadap tidur. Pelajar atau remaja sangat rentan mengalami kualitas tidur yang buruk karena jam normal yang seharusnya digunakan untuk tidur dialih fungsikan oleh remaja untuk mengerjakan tugas. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan kualitas tidur siswa/siswi kelas XI di SMA Negeri 11 Banjarmasin yang menerapkan <em>full day school</em> dengan kualitas tidur siswa/siswi kelas XI di SMA Frater Don Bosco Banjarmasin yang tidak menerapkan <em>full day school</em>.</p> <p><strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan pendekatan <em>kuantitatif </em>dengan jenis penelitian <em>kausal komparatif</em>. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode <em>probability sampling </em>dengan jenis <em>simple random sampling</em> dengan jumlah sampel berjumlah 208 siswa/siswi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner <em>Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI)</em>. Uji statistik menggunakan <em>m</em><em>ann </em><em>w</em><em>hitney</em>/<em>U</em><em>-</em><em>test</em><em>.</em></p> <p><strong>Hasil: </strong>Siswa/siswi kelas XI SMA Negeri 11 Banjarmasin mayoritas berada pada kategori kualitas tidur cukup berjumlah 45 responden (21,6%). Sedangkan untuk siswa/siswi kelas XI SMA Frater Don Bosco Banjarmasin mayoritas berada pada kategori kualitas tidur baik berjumlah 78 responden (37,5%). Hasil uji komparasi <em>mann whitney/U-test</em>, diperoleh nilai signfikansi &lt;0,05<em> p value </em>sebesar 0,001 menunjukkan terdapat perbedaan antara kualitas tidur siswa/siswi yang menjalani sistem pembelajaran <em>full day school </em>dengan kualitas tidur siswa/siswi yang tidak menjalani sistem pembelajaran <em>full day school.</em></p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Ada perbedaan kualitas tidur siswa/siswi kelas XI di SMA Negeri 11 Banjarmasin yang <em>menerapkan</em> <em>full day school</em> dengan kualitas tidur siswa/siswi kelas XI di SMA Frater Don Bosco Banjarmasin yang tidak menerapkan <em>full day school </em>tahun 2018.</p> 2018-12-15T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/111 EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA VIDEO TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT 2019-01-15T09:47:53+00:00 M. Isra Mulyadi m.isramulyadi01@gmail.com Warjiman Warjiman Warjiman99@gmail.com Chrisnawati Chrisnawati yudhachris16@gmail.com <p><strong>Latar Belakang: </strong>Anak usia sekolah rentan mengalami masalah kesehatan yang meliputi masalah mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Permasalahan ini akan berdampak pada kualitas hidup anak. Untuk meminimalisir dampak yang terjadi, perlu adanya peran sekolah melalui program usaha kesehatan sekolah, yaitu dengan cara memberikan pendidikan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan efektivitas pendidikan kesehatan dengan media video terhadap tingkat pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat kader usaha kesehatan sekolah.</p> <p><strong>Metode: </strong>Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian <em>pre-experimental </em>dengan pendekatan <em>one group pretest posttest design</em>. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan <em>nonprobability sampling</em> jenis <em>purposive sampling </em>dengan jumlah sampel sebanyak 14 orang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner. Uji statistik menggunakan uji <em>Nonparametric</em> <em>Wilcoxon Test</em>.</p> <p><strong>Hasil:</strong> 0,001 (p=0,001&lt;0,01), artinya ada pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media video terhadap tingkat pengetahuan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat kader usaha kesehatan sekolah. Pendidikan kesehatan dengan media video merupakan media yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat kader usaha kesehatan sekolah di Sekolah Dasar Islam Darul Mu’minin Banjarmasin.</p> 2018-12-15T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/112 PENGALAMAN PENDELEGASIAN KEPALA RUANGAN DI RUMAH SAKIT BANJARMASIN 2019-01-15T10:06:28+00:00 Lucia Andi Chrismilasari luciachrismilasari@gmail.com <p><strong>Latar belakang:</strong> Kepala ruang merupakan manajer tingkat bawah/lini yang memegang peranan cukup penting dalam menentukan keberhasilan pelayanan keperawatan melalui fungsi manajemen pelayanan. Fungsi pengorganisasian di manajemen keperawatan adalah sebagai alat yang mengatur kegiatan terkait personal, finansial, material dan tata cara untuk mencapai tujuan organisasi yang sudah disepakati bersama (Simamora, 2012). Kegiatan Kepala Ruangan pada fungsi pengorganisasian adalah melaksanakan pembagian kerja, pendelegasian tugas, koordinasi kerja dan manajemen waktu. Selain itu dengan pendelegasian , seorang pimpinan mempunyai waktu lebih banyak untuk melakukan hal lain yang lebih penting seperti perencanaan dan evaluasi (Rika Endah, 2002). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai pengalaman kepala ruangan dalam menjalankan fungsi pendelegasian di Rumah Sakit Banjarmasin.</p> <p><strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk mengekplorasi berbagai pengalaman kepala ruangan dalam pendelegasian tugas. Pengumpulan data yang dilakukan terhadap 7 orang partisipan dengan wawancara mendalam di tiga rumah sakit berbeda di Banjarmasin. Wawancara direkam kemudian dibuat dalam bentuk transkrip verbatim.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian ini didapatkan 4 tema yaitu 1) Unsur dalam pendelegasian, 2) Teknis pendelegasian, 3) Aspek legal dalam pendelegasian, 4) Langkah-langkah dalam melakukan pendelegasian.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Pelaksanaan delegasi yang dilakukan oleh kepala ruangan terdiri atas pendelegasian yang dilakukan secara berjenjang dengan memperhatikan aspek legal.</p> 2018-12-15T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/113 PENGETAHUAN DAN PERSEPSI PERAWAT TENTANG TRIAGE DI UNIT GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH 2019-01-15T10:13:38+00:00 Reditya Natarianto redityanatarianto23@gmail.com Dwi Martha Agustina martha@gmail.com Septi Machelia C Nursery Septi@gmail.com <p><strong>Latar Belakang</strong>: UGD merupakan layanan yang disediakan untuk melayani pasien gawat darurat dengan penanganan yang cepat dan sesuai standart. Standart utama yang perlu dipahami oleh perawat dalam pemberi pelayanan di UGD yaitu terkait <em>Triage</em>. Sehingga keterampilan perawat dalam menerapkan konsep <em>Triage</em> sangatlah diperlukan. keterampilan seorang perawat dalam menerapkan <em>triage </em>dipengaruhi oleh pengetahuan dan juga persepsi.</p> <p><strong>Metode : </strong>Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian Kuantitatif sengan rancangan penelitian Deskriptif. Sampel pada penelitian ini berjumlah 30 perawat yang bekerja di IGD yang dipilih dengan teknik <em>pusposive sampling</em> berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dari peneliti. 30 responden ini akan diberikan kuisioner pengetahuan <em>triage </em>dan kusioner terkait persepsi tentang <em>triage</em> yang hasilnya akan dianalisa dengan Distribusi Frekuensi.</p> <p><strong>Hasil : </strong>sebanyak 25 (83%) responden memiliki gambaran tingkat pengetahuan yang baik tentang <em>triage </em>dan 30 responden (100%) memiliki Persepsi yang positif terkait <em>triage</em>.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Gambaran pengetahuan perawat IGD RSUD Ulin Banjarmasin tentang <em>triage </em>termasuk dalam kategori baik dengan persepsi akan <em>triage </em>yang positif</p> 2018-12-15T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/114 EVALUASI TIMBANG TERIMA PASIEN OLEH PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT 2019-01-15T10:37:46+00:00 Sally Pobas Pobas@gmail.com Lucia Andi Chrismilasari luciachrismilasari@gmail.com Warjiman Warjiman Warjiman99@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Timbang terima merupakan teknik yang digunakan untuk menyampaikan dan menerima laporan sehubungan dengan keadaan klien secara akurat serta lebih nyata bertujuan untuk Sasaran Keselamatan Pasien (SKP). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi timbang terima pasien oleh perawat di ruang rawat inap rumah sakit suaka insan banjarmasin tahun 2018.</p> <p><strong>Metode: </strong>Jenis penelitian metode kombinasi atau <em>mixed method</em>, dengan rancangan deskriptif analitik dan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 136 perawat. Sampel 58 perawat pelaksana di ruang rawat inap dengan teknik<em> sampling purposive sampling</em>. Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner kepada 58 responden dan data sekunder dengan wawancara melalui kegiatan <em>Focus Group Discussion</em> (FGD) pada 10 partisipan.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Dari hasil penelitian mengenai evaluasi timbang terima pasien oleh perawat terhadap 58 responden sebagian besar termasuk kategori cukup sebanyak 30 responden (52%) dan 28 responden kategori baik (48%), dengan nilai rata-rata hitung (<em>mean</em>) 77 kategori baik. Nilai standar deviasi 3, 323 yang bersifat homogen. Data ini didukung oleh hasil FGD dengan 10 perawat bahwa rumah sakit tidak memiliki format laporan timbang terima, tidak adanya sosialisai SOP dan tidak pernah ada pelatihan timbang terima.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Evaluasi Timbang Terima Pasien oleh perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin Tahun 2018 termasuk kategori cukup.</p> 2018-12-15T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/115 PELAKSANAAN ENAM SASARAN KESELAMATAN PASIEN OLEH PERAWAT DALAM MENCEGAH ADVERSE EVENT DI RUMAH SAKIT 2019-01-16T08:10:35+00:00 Septi Machelia Champaca Nursery septi01nursery@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> keselamatan pasien menjadi isu terkini karena makin meningkatnya kejadian tidak diharapkan (KTD) atau <em>adverse event.</em> Insiden keselamatan pasien di rumah sakit akan memberikan dampak yang merugikan bagi pihak rumah sakit, staf dan pasien pada khususnya karena sebagai penerima pelayanan. Dampak yang ditimbulkan adalah menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang terjadi akibat rendahnya kualitas dan mutu asuhan yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pelaksanaan enam sasaran keselamatan pasien oleh perawat dalam mencegah <em>adverse event</em> di Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin<strong>.</strong></p> <p><strong>Metode:</strong> <em>E</em><em>xplanatory design</em> dan <em>Focus Group Discussion</em> (FGD<em>)</em><em>.</em> Teknik<em> sampling pada penelitian ini </em>adalah<em> cluster sampling </em>dan<em> simple random sampling. </em>Ada 107 perawat pelaksana yang ikut berpartisipasi sebagai sampel. Pada FGD, informan adalah perawat pelaksana sebanyak 7 orang.</p> <p><strong>Hasil: </strong>menunjukkan bahwa pelaksanaan enam sasaran keselamatan pasien oleh perawat adalah baik sebesar 51,4% . Adapun enam sasaran keselamatan pasien tersebut meliputi pelaksanaan ketepatan identifikasi pasien adalah baik sebesar 64,5%, pelaksanaan komunikasi efektif adalah baik sebesar 56,1%, peningkatan keamanan obat yang perlu adalah baik sebesar 50,5%, kepastian tepat lokasi, prosedur dan pasien operasi adalah sebesar 59,8%, pengurangan risiko infeksi adalah baik sebesar 50,5%, dan pengurangan resiko jatuh adalah baik sebesar 61,7%.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Pelaksanaan enam sasaran keselamatan pasien oleh perawat dalam mencegah <em>adverse event</em> berada dalam kategori baik. Diharapkan instansi terkait melengkapi standar prosedur operasional mengenai komunikasi efektif saat melaporkan dan menerima instruksi dari dokter, pemberian tanda dan label untuk keamanan obat dan peningkatan supervisi agar pelaksanaan teknik aseptik menjadi lebih baik.</p> 2018-12-16T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/116 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SAFETY CULTURE TERHADAP PELAKSANAAN IDENTIFIKASI PASIEN SEBELUM PEMBERIAN OBAT 2019-01-16T08:17:06+00:00 Ferry Ronaldo Kaede980@gmail.com Septi Machelia Champaca Nursery septi01nursery@gmail.com Dyah Trifianingsih Dyah@gmail.com <p><strong>Latar Belakang: </strong>Identifikasi pasien yang tepat merupakan salah satu sasaran internasional keselamatan pasien (<em>International Patient Safety Goals)</em>. Kejadian tidak diharapkan (KTD) dapat terjadi apabila identifikasi pasien tidak dilakukan dengan benar sesuai dengan prosedur yang berlaku, kejadian yang tidak diharapkan tersebut salah satunya adalah kesalahan saat pemberian obat. Pelaksanaan identifikasi pasien dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah pengetahuan dan <em>safety culture.</em> Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan <em>safety culture, </em>terhadap pelaksanaan identifikasi pasien sebelum pemberian obat.</p> <p><strong>Metode: </strong>Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, desain penelitian <em>cross sectional, </em>dengan jumlah sampel adalah 21 orang perawat pelaksana, teknik sampling yang digunakan adalah <em>purposive sampling dan cluster sampling,</em>. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan 13 item kuesioner pengetahuan, 39 item kuesioner<em> safety culture </em>dan lembar observasi 8 item pernyataan, analisis data menggunakan analisa bivariat dengan uji <em>Spearman Rank.</em></p> <p><strong>Hasil: </strong>Pengetahuan perawat pelaksana yang bekerja di Rumah Sakit mayoritas baik, dengan responden sebanyak 61,9%, <em>safety culture </em>perawat pelaksana yang bekerja di Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin mayoritas baik, dengan responden sebanyak 61,9%, dan pelaksanaan identifikasi pasien sebelum pemberian obat mayoritas baik, dengan responden sebanyak 100%. Hasil analisis bivariat didapatkan hasil, <em>correlation coefficient</em> dan signifikansi = -0,542, <em>p </em>= 0,209 (pengetahuan dan identifikasi pasien) dan = 0,757, &nbsp;<em>p = </em>0,049 (<em>safety culture </em>dan identifikasi pasien).</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Tidak ada hubungan yang signifikan antara, pengetahuan dan <em>safety culture</em> terhadap pelaksanaan identifikasi pasien sebelum pemberian obat di Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin.</p> 2018-12-16T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/117 PENGARUH SENAM KEGEL TERHADAP PENURUNAN GEJALA INKONTINENSIA URIN PADA LANSIA WANITA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA BUDI SEJAHTERA 2019-01-16T08:22:06+00:00 Syahida Amilia Syahidaamilia@gmail.com Warjiman Warjiman Warjiman99@gmail.com Theresia Ivana theresiaivana@gmail.com <p><strong>Latar Belakang :</strong> Inkontinensia Urin pada lansia wanita lazim terjadi. Dampak yang ditimbulkanpun cenderung beragam mulai dari segi kesehatan, psikologis dan social. Inkontinensia urine pada lansia wanita dapat diturunkan gejalanya dengan tindakan non farmakologis, salah satunya adalah senam kegel. Senam kegel ini bertujuan untuk menguatkan otot dasar panggul dan secara tidak langsung meningkatkan fungsi kandung kemih dalam mengatur aliran urin.</p> <p><strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan rancangan <em>pre-eksperimental </em>dengan <em>one gorup pretest and postest. </em>Jumlah sampel 14 orang lansia wanita dengan teknik sampling menggunakan <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner <em>Resived Urinary Inkontinence Scale</em> (RUIS). Teknik analisa menggunakan Uji <em>Wilcoxon.</em></p> <p><strong>Hasil:</strong> <em>p value</em> = 0,001 (&lt;0,005), menunjukkan hasil yang berbeda pada skor kuesioner RUIS sebelum dan sesudah melakukan senam segel.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Adanya pengaruh yang signifikan antara senam kegel terhadap penurunan gejala inkontinensia urin pada lansia wanita di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Sejahtera Banjarbaru</p> 2018-12-16T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/118 PENGARUH SENAM OTAK TERHADAP FUNGSI KOGNTIF PADA LANSIA 2019-01-16T08:26:14+00:00 Dwi Anugrahni Puji Astuti dwianugrahnipa@gmail.com Theresia Ivana theresiaivana@gmail.com Theresia Jamini Theresiajamini@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Proses penuaan pada lansia mengakibatkan penurunan pada sel-sel otak. Hal ini berakibat pada proses pikir menjadi lambat, sulit berkonsentrasi, dan fungsi kognitif menurun. Salah satu upaya untuk mengatasi dan mencegah penurunan fungsi kognitif dapat melalui terapi non farmakologis seperti aktivitas fisik salah satunya senam otak. Senam otak dapat memberikan rangsangan atau stimulus pada otak dimana apabila otak terus diberikan rangsangan maka fungsinya akan terus terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam otak terhadap fungsi kognitif pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Banjarbaru.</p> <p><strong>Metode</strong> <strong>:</strong> Jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan rancangan penelitian <em>pre eksperimental design</em> dengan pendekatan <em>one group pretest and posttest design</em>, teknik sampling menggunakan <em>purposive sampling</em>, jumlah sampel 14 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner <em>Mini Mental State Examination</em> (MMSE). Analisa data yang digunakan adalah uji <em>non</em><em>-</em>parametrik <em>Wilcoxon Signed Rank</em>.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Hasil uji <em>Wilcoxon</em> didapatkan p <em>value</em> = 0,001 (&lt;0,005), artinya ada pengaruh senam otak terhadap fungsi kognitif pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Banjarbaru.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Adanya pengaruh senam otak terhadap fungsi kognitif pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Banjarbaru.</p> 2018-12-16T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/119 TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG GIGITAN ULAR DI RUANG UNIT GAWAT DARURAT 2019-01-16T08:30:58+00:00 Eva Kartika Ningrum Evakartikaningrum6@gmail.com Dwi Martha Agustina martha@gmail.com Bagus Rahmat Santoso Santoso@gmail.com <p><strong>Latar Belakang: </strong>Kasus gigitan ular cukup banyak terjadi di Banjarmasin. Estimasi global menunjukkan sekitar 30.000-40.000 kematian akibat gigitan ular. Korban yang terkena gigitan ular harus segera mendapatkan pertolongan yang cepat dan tepat. Maka dari itu, perawat harus mempunyai pengetahuan yang baik tentang gigitan ular sehingga dapat menyelamatkan nyawa korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan perawat tentang gigitan ular di UGD RSUD Ulin Banjarmasin.</p> <p><strong>Metode: </strong>Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik <em>purposive sampling. </em>Penelitian ini dilaksanakan tanggal 13 November 2017 - 19 April 2018 dengan sampel perawat pelaksana di UGD RSUD Ulin Banjarmasin berjumlah 30 orang perawat, menggunakan instrumen berupa kuesioner dengan 20 pernyataan dan analisa data menggunakan distribusi frekuensi.</p> <p><strong>Hasil Penelitian: </strong>Karakteristik responden dengan usia 17-25 tahun (13%), 26-35 tahun (67%), 36-45 tahun (20%). Jenis kelamin perempuan 40%, laki-laki 60%, karakteristik pendidikan DIII Keperawatan 63%, S1 Keperawatan 3%, Ners 34%.&nbsp; Pengalaman bekerja 1-5 tahun 50%, 6-10 tahun 27%, &gt;10 tahun 23%. Didapatkan hasil bahwa 70% perawat berpengetahuan cukup tentang gigitan ular.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Gambaran tingkat pengetahuan perawat UGD di RSUD Ulin Banjarmasin dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, pendidikan dan pengalaman bekerja.</p> 2018-12-16T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/123 THE ONLINE TEACHING-LEARNING OF MENTAL HEALTH IN A NURSING UNDERGRADUATE COURSE 2019-01-16T10:03:16+00:00 Maria Frani Ayu Andari Dias mariafrani10@gmail.com Fransiska Dwi Hapsari hapsari@gmail.com Yohana Gabrilinda Adang Yohana@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Perkembangan praktik keperawatan mental dan pendidikan terjadi secara bersamaan. Perkembangan ini tidak dapat dilepaskan dari upaya berkompetisi secara adil di era globalisasi yang tidak bisa dihindari lagi. Metode pembelajaran online atau e-learning diyakini dapat memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk mencapai kompetensi yang diharapkan dalam praktek memberikan perawatan yang efektif, efisien dan sesuai perawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran online, yaitu <em>Google </em><em>Classroom </em>&nbsp;untuk mempelajari kesehatan mental dan bahan keperawatan untuk mahasiswa keperawatan semester dua.</p> <p><strong>Metode:</strong> Penelitian kualitatif ini dirancang dengan metode studi kasus untuk 41 siswa untuk menggambarkan bagaimana mengembangkan pengajaran kesehatan mental dalam program sarjana keperawatan dan bagaimana mahasiswa keperawatan bereaksi mengenai rencana atau metode ini.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Evaluasi dibagi menjadi setidaknya tiga bagian penting, yaitu 1) Pengalaman yang diperoleh Peserta didik dalam menjalankan Kuliah Online/Online Learning dengan menggunakan media <em>Google Classroom</em>, 2) Pesan dan Kesan serta, dan yang terakhir adalah 3) Kritik yang ditujukan untuk pembelajaran metode ini. Pengalaman yang bisa diambil dari pembelajaran ini, yaitu pengalaman yang memberikan keuntungan, termasuk didalamnya pengalaman yang memberikan pelajaran bagi peserta didik dan pengalaman yang menantang peserta didik. Pesan dan Kesan Peserta didik yaitu, setelah menjalani mata kuliah ini dengan metode, prosesnya tidak sesuai dengan yang dibayangkan. Tapi, kesulitan ini bisa diatasi dengan bimbingan dan membutuhkan cukup waktu untuk beradaptasi. Peserta didik juga menyarankan agar dosen pembimbing dapat memilih untuk kembali ke sistem pembelajaran tradisional (tatap muka) dibandingkan kuliah online yang mereka jalani.</p> <p><strong>Kesimpulan :</strong> Tiga tema penting yang dapat dipelajari, terutama untuk merangsang keaktifan siswa untuk belajar dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan &nbsp;menghasilkan perawat yang kompeten, yaitu 1) Struktur formal disiplin, 2) Organisasi pengajaran perawatan kesehatan mental, 3) Evaluasi proses pengajaran keperawatan kesehatan mental.</p> 2018-12-16T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/121 EVALUASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE JIGSAW DI SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN 2019-01-16T08:46:45+00:00 Nomi Nomi Nomi@gmail.com Septi Machelia Champaca Nursery septi01nursery@gmail.com Maria Silvana Dhawo dhawo@gmail.com <p><strong>Latar Belakang: </strong>Metode <em>Jigsaw</em> adalah model pembelajaran yang mengutamakan kerja sama untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran metode <em>jigsaw</em> dapat menurunkan pretasi belajar mahasiswa dan melalui pembelajaran ini dapat mendorong mahasiswa lebih aktif saat proses belajar.&nbsp; metode <em>jigsaw</em> memang mampu mendorong mahasiswa lebih aktif namun kurang dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam menerima materi pembelajaran. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi evaluasi pelaksanaan pembelajaran kooperatif metode jigsaw di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Suaka Insan Banjarmasin tahun 2018.</p> <p><strong>Metode: </strong>Penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif. Populasi adalah mahasiswa semester IV di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Suaka Insan Banjarmasin berjumlah 40 orang, sampel seluruh populasi mahasiswa semester IV berjumlah 40 orang dengan teknik total<em> sampling</em>. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis data dengan secara univariat dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Hasil penelitian menunjukan penyampaian kontrak kepada mahasiswa mayoritas (67,2%) terdapat pada kategori cukup, penyajian informasi kepada mahasiswa mayoritas (65%) terdapat pada kategori cukup, pengorganisasi mahasiswa dalam kelompok mayoritas (60%) terdapat pada kategori cukup, pengelolaan dan membantu mahasiswa dalam kelompok mayoritas (72,5%) terdapat pada kategori cukup, penugasan kelompok mayoritas (50%) terdapat pada kategori cukup dan evaluasi pelaksanaan mayoritas (57,5%) terdapat pada kategori cukup.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Evaluasi pelaksanaan pembelajaran kooperatif metode<em> jigsaw</em> kategori cukup di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Suaka Insan Banjarmasin. Diharapkan peneliti selanjutnya melakukan penelitian terkait pelaksanaan pembelajaran kooperatif metode <em>jigsaw</em> anatara lain, faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan metode<em> jigsaw</em>, hubungan antara motivasi mahasiswa terhadap pelaksanaan metode<em> jigsaw</em>, dan pengalaman mahasiswa terhadap pelaksanaan metode <em>jigsaw</em><em>.</em></p> 2018-12-16T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/122 FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG PELAKSANAAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DI TINGKAT SEKOLAH DASAR 2019-01-16T08:50:35+00:00 Lika Elsa Nurhana Nurhana@gmail.com Chrisnawati Chrisnawati yudhachris16@gmail.com Kristian Labertus Labertus@gmail.com <p><strong>Latar Belakang: </strong>Unit Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan suatu usaha untuk membina dan meningkatkan kebiasaan dan perilaku hidup sehat pada anak didik yang dilakukan secara menyeluruh (komprehensif) dan terpadu (integratif) melalui program pendidikan dan pelayanan kesehatan di sekolah. Kegiatan UKS melalui Trias UKS yang meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah yang sehat. Hal-hal ini di dukung oleh faktor-faktor pengetahuan, sikap, sumber daya manusia dan sarana prasarana</p> <p><strong>ujuan</strong><strong> Penelitian</strong><strong>: </strong>Mengetahui faktor-faktor pendukung pelaksanaan UKS meliputi pengetahuan, sikap, SDM dan sarana maupun prasarana dari 10 sekolah dasar di wilayah kerja Puskemas Teluk Dalam Banjarmasin 2018.</p> <p><strong>Metodologi: </strong>Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif. Jumlah populasi sebanyak 214 responden. Teknik sampling menggunakan <em>total</em> <em>sampling.</em> Sampel pada penelitian ini adalah petugas puskesmas, kepala sekolah, dokter kecil dan pembina UKS sebanyak 214 responden. Pengumpulan data menggunakan metode kuisioner.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Sebagain besar petugas puskesmas, kepala sekolah, dokter kecil dan pembina UKS memiliki pengetahuan baik sebanyak 208 (97,1%) responden dan sikap positif sebanyak 214 (100%) responden. Sedangkan, peran SDM baik sebanyak 19 (95%) responden adalah kepala sekolah, pembina UKS dan petugas puskesmas, dan keberadaan sarana maupun prasarana tersedia sebanyak 6 (60%) sekolah dasar. Pengetahuan, sikap, SDM dan sarana maupun prasarana merupakan faktor yang paling dominan dalam mendukung pelaksanaan UKS.</p> 2018-12-16T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement##