STUDI FENOMENOLOGI PENGALAMAN KELUARGA SUKU BANJAR SELAMA MERAWAT ANGGOTA KELUARGA DENGAN KONDISI STROKE DI BANJARMASIN

  • Oktovin Oktovin STIKES Suaka Insan Banjarmasin
  • Elly Nurachmah
  • Muhammad Syafwani

Abstract

Latar Belakang : Prognosis penyakit stroke kebanyakan sembuh dengan kecacatan. Kalimantan selatan terutama Kota Banjarmasin angka kejadian stroke  mencapai 4.031 kasus yang sembuh dengan gejala sisa. Gejala sisa ini menjadikan penderita stroke di Kota Banjarmasin memiliki kualitas hidup rendah, terlebih lagi dengan rendahnya dukungan keluarga.

Metode : Metode penelitian dengan metode kualitatif fenomenology. Penelitian dilaksanakan dengan wawancara mendalam dan catatan lapangan (field note) kepada 5 partisipan yang terpilih sesuai kriteria inklusi. Data hasil wawancara dan catatan lapangan di analisa dengan tematik analisis.

Hasil : Penelitian ini menghasilkan 6 tema yaitu : kurangnya pengetahuan keluarga Suku Banjar tentang stroke; kebutuhan dasar pasien stroke tidak terpenuhi; keluarga memenuhi kebutuhan dasar pasien stroke; sikap keluarga selama merawat pasien stroke; sistem pemberian layanan kesehatan; dan pendekatan keluarga dalam asuhan keperawatan.

Kesimpulan : Keluarga Suku Banjar memiliki pengetahuan rendah tentang stroke. Hal ini berdampak pada koping keluarga sehingga di awal keluarga sempat menunjukan sikap tidak mendukung. Peran petugas kesehatan mengajarkan keluarga menjadi caregiver menjadikan keluarga saat ini mampu memaksimalkan perawatan kepada penderita stroke.

 

Kata Kunci : Keluarga Suku Banjar, Pasien Stroke, Perawatan Stroke

Published
2020-06-15
How to Cite
Oktovin, O., Nurachmah, E., & Syafwani, M. (2020). STUDI FENOMENOLOGI PENGALAMAN KELUARGA SUKU BANJAR SELAMA MERAWAT ANGGOTA KELUARGA DENGAN KONDISI STROKE DI BANJARMASIN. JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI), 5(1), 153-163. Retrieved from http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/213